Pemerintah Akan Siapkan Aturan untuk Eksplorasi SDA Dasar Laut Internasional

Pemerintah Akan Siapkan Aturan untuk Eksplorasi SDA Dasar Laut Internasional
Malang, TAMBANG- Indonesia sebagai negara pihak konvensi hukum laut internasional (United Nations Conventions on the Law of the Sea) tahun 1982, memiliki hak untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya mineral dan energi di dasar laut internasional. Namun, Indonesia belum dapat melakukannya karena belum ada regulasi yang mengatur.   Asisten Deputi Bidang Hukum dan Perjanjian Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman, Budi Purwanto mengatakan, untuk dapat mengolah kekayaan alam tersebut, Pemerintah RI harus menyusun sebuah instrumen hukum yang mengatur kerja sama dengan negara lain, yang memiliki kemampuan eksplorasi dan eksploitasi.   “Indonesia sebagai negara pihak, tentunya diberikan hak untuk itu, tetapi bagaimana cara bermain untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi, kita belum punya regulasi. Inilah yang ingin kami ciptakan,” ujar Asisten Deputi Bidang Hukum dan Perjanjian Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Budi Purwanto dalam seminar hukum penambangan dasar laut di Universitas Brawijaya Malang, Senin (15/4).   Padahal, dasar laut internasional serta tanah di bawahnya yang terletak di luar batas-batas yurisdiksi nasional meliputi hampir 70 persen dari seluruh dasar laut di dunia atau sekitar 360 juta km2. Di kawasan tersebut  tersimpan cadangan mineral yang melimpah, antara lain mangaan, cooper, cobalt dan nikel.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda