Pemerintah Akan Mereformasi Komponen Harga Gas

Jakarta-TAMBANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menegaskan, pemerintah akan mereformasi komponen-komponen yang membuat harga gas menjadi mahal dan berbeda di setiap wilayah. “Untuk harga gas, ada empat komponen yang sedang kita dorong untuk di-reform, agar tidak menyebabkan kesenjangan harga di setiap wilayah,” ungkap Sudirman usai pertemuan dengan KADIN, pekan lalu. Dikatakan Sudirman, komponen yang akan direformasi adalah Pemerintah berkorban di hulu migas supaya sektor hilir mendapatkan harga yang lebih baik. Kebijakan ini diberikan kepada industry tertentu yang berbasis gas. “Perpresnya sedang ditunggu, mungkin segera keluar karena sudah cukup lama dan sudah masuk ke Sekneg, saya dengar,” lanjutnya. Komponen kedua adalah Pemerintah akan mendorong dan mensinergikan infrastruktur, mengingat infrastruktur merupakan salah satu persoalan yang membuat harga gas lebih tinggi daripada tempat lain. Ketiga, dengan keluarnya Permen ESDM Nomor 06 Tahun 2016, Pemerintah akan menertibkan gas trading yang telah diatur di dalamnya. “Permennya sudah keluar, ini akan sedikit banyak berkontribusi pada mata rantai pasokan,” paparnya. Terakhir, Pemerintah akan membentuk satu badan yang disebut badan penyangga demi menemukan dan menjaga keseimbangan harga yang baru. “Jika badan ini terbentuk, akan ada mixing antara harga mahal dan murah sehingga ketemu keseimbangan harga baru. Ini memang perlu waktu tapi akan terjadi,” kata Sudirman.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda