Pemerintah Akan Mereformasi Komponen Harga Gas

Jakarta-TAMBANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menegaskan, pemerintah akan mereformasi komponen-komponen yang membuat harga gas menjadi mahal dan berbeda di setiap wilayah.

“Untuk harga gas, ada empat komponen yang sedang kita dorong untuk di-reform, agar tidak menyebabkan kesenjangan harga di setiap wilayah,” ungkap Sudirman usai pertemuan dengan KADIN, pekan lalu.

Dikatakan Sudirman, komponen yang akan direformasi adalah Pemerintah berkorban di hulu migas supaya sektor hilir mendapatkan harga yang lebih baik. Kebijakan ini diberikan kepada industry tertentu yang berbasis gas.

“Perpresnya sedang ditunggu, mungkin segera keluar karena sudah cukup lama dan sudah masuk ke Sekneg, saya dengar,” lanjutnya.

Komponen kedua adalah Pemerintah akan mendorong dan mensinergikan infrastruktur, mengingat infrastruktur merupakan salah satu persoalan yang membuat harga gas lebih tinggi daripada tempat lain. Ketiga, dengan keluarnya Permen ESDM Nomor 06 Tahun 2016, Pemerintah akan menertibkan gas trading yang telah diatur di dalamnya.

“Permennya sudah keluar, ini akan sedikit banyak berkontribusi pada mata rantai pasokan,” paparnya.

Terakhir, Pemerintah akan membentuk satu badan yang disebut badan penyangga demi menemukan dan menjaga keseimbangan harga yang baru.

“Jika badan ini terbentuk, akan ada mixing antara harga mahal dan murah sehingga ketemu keseimbangan harga baru. Ini memang perlu waktu tapi akan terjadi,” kata Sudirman.

Artikel Terkait

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Jakarta, TAMBANG - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 59% sepanjang semester I 2026. Hal ini berkat pemanfaatan sumber energi terbarukan di seluruh kegiatan operasional. Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, efisiensi energi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan

By Rian Wahyuddin