Pemda Pelalawan Undang Investor Batu Bara ke Wilayahnya

Pemda Pelalawan Undang Investor Batu Bara ke Wilayahnya

Jakarta-TAMBANG. Kecamatan Langgam dan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau ternyata menyimpan potensi batu bara. Kini Pemda Riau sedang giat mencari investor yang tertarik mengelola potensi itu.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau, Irhas Irfan mengatakan, Kabupaten Pelalawan memiliki cadangan batu bara sebesar 83,88 juta ton yang tersebar di Kecamatan Langgam, dan Ukui.

Batu bara di wilayah itupun masuk ke dalam kategori rangking tinggi atau high voletile bituminous, dengan nilai kalori mencapai 4.000-6.565 kalori/gram. “Pengembangan penanaman modal di Pelalawan harus mampu mendorong upaya pelestarian lingkungan hidup, karena saat ini banyak perusahaan yang tidak memperhatikan pelestarian ekosistem,” kata Irhas seperti dikutip Bisnis.com, Minggu (4/1).

Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus membuat kebijakan penanaman modal yang berwawasan lingkungan atau green investment. Artinya, setiap pengusaha yang ingin berinvestasi di wilayah itu harus mampu meminimalkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, dan menerapkan daur ulang untuk setiap sampah dan limbahnya.

Menurut Irhas, arah kebijakan penanaman modal di Pelalawan juga menyelaraskan tata ruang dan kemampuan daya dukung lingkungan sekitar terhadap industri yang akan dikembangkan.

“Dengan begitu, masyarakat dapat langsung merasakan nilai tambah dari investasi yang masuk ke daerah tersebut.”

Pelalawan mendorong perusahaan untuk menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, serta segala bentuk limbah yang dibuang dan berpotensi mencemarkan lingkungan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi, ujarmya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin