Pembangunan PLTU Tabalong Capai 85,68 Persen

Pembangunan PLTU Tabalong Capai 85,68 Persen
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andi Nursaman Sommeng menjelaskan, pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan, saat ini sudah mencapai 85,68 persen.   “Ya, sudah mencapai 85,68 persen,” katanya saat ditanya oleh tambang.co.id, di Kantor Kementerian ESDM, Senin (12/2).   PLTU yang dikembangkan oleh PT Tanjung Power Indonesia itu memiliki kekuatan 2×100 Megawatt (MW). Rencananya, Unit I akan masuk ke tahap Commercial Operation Date (COD) pada April 2019, sementara unit II pada Juli 2019.   “Manfaatnya sangat besar sekali bagi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” sambung Andi.   Perlu diketahui, PT Tanjung Power Indonesia merupakan perusahaan yang dibentuk oleh konsorsium PT Adaro Power (AP) dan PT East-West Power Indonesia (EWPI). Dalam hal bahan baku, PT Adaro telah bersedia menjamin pasokan batu bara bagi PLTU Tabalong tersebut. Sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) yang ditandatangani pada Oktober 2014 silam.   Secara teknis, PLTU Tabalong menggunakan teknologi Circulating Fluidized Bed (CFB), yang mengeluarkan kandungan sulfur dioksida dari gas buang dengan memberikan suntikan batu kapur serta mengurangi emisi nitrogen oksida. Dalam arti, PLTU ini memiliki suhu pembakaran yang rendah. Selain itu, pembangkit Iistrik ini juga menggunakan bag filter untuk menghilangkan emisi abu. (muflihun hidayat)

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin