Pekerjaan Hot Tap Di Proyek Pipa Gas WNTS Tuntas, Gas West Natuna Siap Dialirkan ke Domestik

Pekerjaan Hot Tap Di Proyek Pipa Gas WNTS Tuntas, Gas West Natuna Siap Dialirkan ke Domestik

Jakarta,TAMBANG,- PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil menyelesaikan pekerjaan hot tap pada proyek pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS)- Pemping dengan aman. Pekerjaan ini merupakan tahapan paling krusial dalam pembangunan infrastruktur gas yang akan menghubungkan pasokan gas bumi Natuna dengan kebutuhan energi domestik khususnya di Batam.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Penyelesaian hot tap juga menjadi tonggak bersejarah bagi sektor energi nasional. Untuk pertama kalinya, gas bumi Natuna yang selama ini seluruhnya dimanfaatkan untuk pasar ekspor akan mulai dialirkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, khususnya mendukung sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam.

Proses hot tap merupakan teknik penyambungan pipa baru ke jaringan pipa utama yang tetap beroperasi tanpa menghentikan aliran gas dengan laju alir sekitar 300 juta kaki per hari dan bertekanan 1.096 psi di kedalaman laut 29 meter tanpa menimbulkan kebocoran sehingga menjadi salah satu tahapan dengan tingkat risiko dan kesulitan teknis tinggi.

Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto mengatakan penyelesaian hot tap menjadi pencapaian penting yang menunjukkan kesiapan proyek memasuki tahap akhir sebelum pengaliran gas.

"Puji syukur ke hadirat Tuhan YME, pelaksanaan hot tap yang merupakan the most critical milestone proyek WNTS-Pemping berjalan dengan lancar. Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping dalam rangka memastikan pasokan gas yang andal, efisien, dan berkelanjutan khususnya untuk sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam. Capaian ini juga mencerminkan kesiapan teknis proyek serta sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan infrastruktur energi strategis nasional," ujar Rakhmad.

Ia melanjutkan, "Proyek selanjutnya akan memasuki tahap commissioning dan pengaliran gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari untuk mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam”.

Sementara itu Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyambut baik kemajuan capaian ini. “InsyaAllah minggu depan commissioning. Pararel saat ini, tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commissioning-nya agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya”ungkap .

Perkuat Keandalan Listrik Sumatra dan Batam

Bagi PLN EPI, hadirnya pasokan gas Natuna akan memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit PLN di Sumatra dan Batam, khususnya PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 135,29 MW dan PLTGU IPP Tanjung Uncang milik PT Energi Listrik Batam (ELB) berkapasitas 109,4 MW.

PLN EPI juga telah manandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pasokan gas sampai dengan 111 juta kaki kubik gas per hari untukmperiode 2027-2037.

Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, pemanfaatan gas bumi juga akan mengurangi risiko penggunaan bahan bakar minyak sekaligus mendukung keandalan kelistrikan dan mendukung upaya penurunan emisi.

"Selain pasokan gas dari WNEL, PLN EPI mengharapkan adanya pasokan gas tambahan untuk meningkatkan keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit PLN dan PLN Batam. Selain lebih efisien dan bersumber dalam negeri, penggunaan gas juga lebih bersih dibandingkan BBM ," ujar Rakhmad.

Dukung Pertumbuhan Industri dan Investasi

Terbangunnya pipa WNTS-Pemping juga memastikan pasokan gas yang andal dan efisien untuk memperkuat daya saing Batam sebagai salah satu pusat industri, logistik, dan investasi nasional. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri, manufaktur, hingga ekonomi digital yang membutuhkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.

"Proyek WNTS-Pemping melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja mulai dari proses fabrikasi hingga pekerjaan offshore, nearshore, dan onshore. Dengan selesainya tahapan hot tap, proyek kini memasuki fase akhir sebelum gas Natuna resmi mengalir untuk mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional", pungkas Rakhmad.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin