Patra Logistik Luncurkan Road Traffic Controller, Perkuat Kendali Distribusi BBM-LPG di Jawa Timur

PT Patra Logistik (Patlog) resmi meluncurkan Road Traffic Controller (RTC) guna memperkuat kendali distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Jawa Timur.

Patra Logistik Luncurkan Road Traffic Controller, Perkuat Kendali Distribusi BBM-LPG di Jawa Timur
Dokumentasi: PT Patra Logistik.

Jakarta, TAMBANG — PT Patra Logistik (Patlog) resmi meluncurkan Road Traffic Controller (RTC) guna memperkuat kendali distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Jawa Timur. RTC merupakan sebuah sistem pemantauan armada berbasis digital yang memungkinkan pengawasan secara real time.

Direktur Pemasaran & Operasi PT Patra Logistik, Joko Priyambodo, menyampaikan bahwa pengembangan sistem ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat keandalan distribusi energi.

“Melalui integrasi pemantauan armada dalam satu sistem, kami dapat melihat kondisi operasional secara lebih utuh dan merespons lebih cepat. Harapannya, distribusi BBM dan LPG dapat berjalan lebih andal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi,” ungkap Joko, dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).

Penguatan ini dilakukan seiring menjaga keandalan distribusi energi di wilayah Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat aktivitas industri dan ekonomi nasional. Dalam operasionalnya, kebutuhan respons yang cepat dan visibilitas lapangan yang memadai menjadi kunci untuk menjaga kelancaran pasokan.

Melalui platform terintegrasi KENDALI, tim operasional kini dapat memantau lebih dari 490 armada mobil tangki BBM dan 320 armada LPG secara langsung. Sistem ini memberikan gambaran menyeluruh terhadap pergerakan armada, sekaligus membantu percepatan pengambilan keputusan saat terjadi dinamika di lapangan.

“Dengan implementasi RTC, pola operasional yang sebelumnya cenderung reaktif kini bergeser menjadi lebih proaktif dan berbasis data. Langkah ini ditargetkan dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 20 persen serta menekan potensi keterlambatan distribusi hingga 25 persen,” imbuhnya.

Implementasi RTC juga menjadi bagian dari dukungan Patra Logistik kepada PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Dengan visibilitas operasional yang lebih terintegrasi, proses monitoring dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

“Ke depan, pengembangan sistem kendali ini akan terus dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari penguatan digitalisasi operasional,” pungkasnya.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan masukan atau laporan terkait operasional mobil tangki BBM dan mobil skid tank LPG melalui layanan customer care 150109. Kanal ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan respons terhadap kondisi di lapangan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin