Pasca Gempa Di Laut Flores, Badan Geologi Akan Lakukan Analisis Geologis

Pasca Gempa Di Laut Flores, Badan Geologi Akan Lakukan Analisis Geologis

Jakarta,TAMBANG,- Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan analisis geologis terkait kejadian gempa di Pulau Flores, NTT. Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tengah disiapkan untuk terjun langsung melakukan pemetaan, kajian, dan analisis di daerah terdampak.

“Saat ini Tim Tanggap Darurat Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG telah disiapkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamatan lapangan, kajian, dan analisis data terkait kejadian gempa bumi Laut Flores,” terang Kepala  PVMBG, Andiani dalam Konferensi Pers secara virtual, dikutip Kamis (16/12).

Guna mendapatkan kajian yang maksimal serta pelaksanaan pemetaannya dapat dilakukan secara cepat, kegiatan ini juga menggandeng beberapa stakeholder antara lain dengan Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Universitas Hasanuddin,

Berdasarkan data lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan mekanisme sumber (focal mechanism) yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), United States Geological Survey (USGS), dan Geo Forschungs Zentrum (GFZ), kejadian gempa bumi diakibatkan aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar mendatar berarah barat laut hingga timur tenggara.

“Sesar mendatar ini sebelumnya belum teridentifikasi sebagai sumber gempa bumi. Berdasarkan data Badan Geologi sebelumnya, struktur utama di Laut Flores adalah sesar naik busur belakang Flores yang berarah relatif barat – timur. Sesar naik ini pernah memicu terjadinya gempa bumi dengan magnitudo (M 6,8) yang memicu tsunami pada tahun 1992,” jelas Andiani.

Andiani juga menjelaskan bahwa lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Flores dan daerah yang berdekatan adalah pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pulau-pulau tersebut merupakan dataran yang berbatasan dengan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal, serta tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batu gamping, endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai, dan batu gamping koral.

“Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi,” jelasnya.

“Selain itu pada morfologi perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal yang tersusun oleh batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah bila dipicu guncangan gempa bumi kuat maupun curah hujan tinggi,” lanjut Andiani.

Dampak kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut data Badan Informasi Geospasial (BIG) telah tercatat terjadi tsunami kecil dengan tinggi sekitar 7 centimeter.

Berdasarkan informasi BMKG, guncangan gempa bumi terasa kuat di daerah Kabupaten Kepulauan Selayar yang terletak dekat dengan lokasi pusat gempa bumi pada skala intensitas VI MMI (Modified Mercalli Intensity). ‘

Guncangan gempa bumi terasa pada skala IV MMI di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka, Maumere, Lembata dan Adonara. Menurut data Badan Geologi daerah pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi tinggi tsunami di garis pantai sekitar 2,9 meter.

Himbauan Badan Geologi

Terkait kejadian gempa bumi tersebut, Badan Geologi merekomendasikan agar. Pertama; Masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Kedua,Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Ketiga, bangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari resiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.

Keempat, Pantai di Kabupaten Kepulauan Selayar tergolong rawan tsunami oleh karena itu harus dilakukan upaya mitigasi tsunami.

Dan kelima, Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Oleh karena itu direkomendasikan agar penduduk mewaspadai dampak bahaya ikutan tersebut. Apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dan goncangan gempa bumi kuat.

Artikel Terkait

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin
Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Jakarta, TAMBANG – PT Patra Logistik terus memperluas cakupan bisnis dan perannya dalam mendukung rantai pasok energi nasional. Kepercayaan PT Pertamina Patra Niaga diwujudkan melalui perluasan pengelolaan distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengelolaan distribusi Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Pada layanan BBM, Patra Logistik yang sebelumnya

By Rian Wahyuddin