Pasca Diterjang Banjir, Freeport Lakukan Pemulihan Area Tambang

Pasca Diterjang Banjir, Freeport Lakukan Pemulihan Area Tambang
PTFI membuka aliran air yang sempat menutup area Jalan Hubertus Haluk, MP 74 dengan menggunakan alat berat
Tembagapura, TAMBANG – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus melakukan upaya pemulihan area pabrik pengolahan konsentrat yang sempat diterjang banjir dan longsor pada Sabtu (11/2). Diketahui, pasca bencana tersebut sejumlah infrastruktur dan jalan rusak serta aktivitas penambangan dan pengolahan dihentikan sementara untuk proses perbaikan. Dalam kejadian tersebut, sebanyak 14 orang karyawan yang sempat tertahan di dalam gedung perkantoran telah dievakuasi dengan aman dan saat ini dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cedera.
Vice President OH & S PTFI, Eman Widijanto memberikan pengarahan kepada crew yang bertugas di lapangan untuk melakukan pembersihan di area Mile 74, Distrik Tembagapura
Vice President Corporate Communications PTFI, Kati Krisnati menyebut perusahaan sudah melakukan upaya-upaya konkret di area terdampak. Kata dia, sejak Minggu malam (12/02), perusahaan telah melakukan pembersihan di sejumlah area meliputi area pabrik pengolahan konsentrat, conveyor, perkantoran, terowongan west gully dan jalan tambang. “PTFI juga telah mulai melakukan perbaikan terhadap peralatan tambang dan akses jalan tambang yang mengalami kerusakan,” jelas Kati dalam keterangannya sebagaimana diterima tambang.co.id, Selasa (14/2). Menurut dia, sejauh ini produksi harian PTFI mendekati hampir 5 juta pounds tembaga dan 5.000 ons emas. Akibat kejadian tersebut, diperkirakan penjualan kuartal pertama 2023 akan lebih rendah dari prediksi yang dikeluarkan pada 25 Januari 2023, sebesar 900 juta pounds tembaga dan 300 ribu ons emas. “PTFI masih terus melakukan kajian atas dampak dari kejadian ini, dan menyiapkan rencana pemulihan untuk melanjutkan operasi,” imbuhnya. Perkiraan awal, lanjut dia, aktivitas pabrik pengolahan diharapkan dapat mulai beroperasi kembali pada akhir Februari 2023 diikuti dg aktivitas penambangan. “Namun hal ini dapat berubah sesuai dengan hasil kajian yang telah selesai dilakukan. Tidak ada dampak terhadap rencana jangka panjang PTFI,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin