Pasar Timah Tahun Depan Diperkirakan Defisit

timah semester I

Jakarta –TAMBANG. EKSPOR timah olahan Indonesia tahun ini diperkirakan sebanyak 10.000 ton di bawah perkiraan. Aturan perdagangan timah terbaru, serta sikap tegas pemerintah kemungkinan akan menghambat pengiriman timah dari Indonesia ke pasar dunia pada kuartal pertama 2015. Itu bisa mendorong pasar global timah yang seimbang kembali ke defisit.

Beleid timah yang terbaru itu adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2014, revisi dari Peraturan Nomor 32 Tahun 2013. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 32 mewajibkan, sebelum diekspor, timah batangan dan timah bentuk lainnya diperdagangkan di Bursa Komoditi Derivatif Indonesia terlebih dahulu. Peraturan itu berlaku mulai September 2013,

Peraturan itu dinilai menghambat ekspor timah. Para pengusaha yang tidak mau menggunakan Bursa Komoditi Derivatif bernaung di bawah Asosiasi Industri Timah Indonesia. Kata Ketua Asosiasi, Jabin Sufianto, sejak kewajiban Peraturan Nomor 32 itu diterapkan, banyak penambang yang kesulitan.

Pemerintah pun kemudian merivisi peraturan menjadi nomor 44. Timah batangan tetap wajib diperdagangkan lewat Bursa Komoditi. Yang non-batangan boleh tidak melewati bursa, tetapi dianggap sebagai produk hasil industri yang dikenai PPN 10%. Aturan ini berlaku mulai 1 November 2014.

Peraturan itu, selain merupakan kompromi kepentingan antara dua asosiasi pengusaha timah, juga diniatkan untuk menutup celah, menghentikan penambangan liar, dan memberikan kontrol yang lebih besar harga.

Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, diharapkan mengapalkan sekitar 80.000 ton timah tahun ini. Tetapi ekspor pada bulan November merosot ke level terendah sejak April 2007, sekitar 75.000 ton. "Ada kemungkinan ekspor timah Indonesia mencapai 70.000 ton atau di bawahnya, tahun depan," kata Jabin.

Ekspor timah Indonesia mencapai 65.607 ton antara Januari dan November, turun dibanding 90.000 ton untuk seluruh tahun lalu. Ekspor bulanan diharapkan kembali ke normal pada rata-rata 7.500-8.000 ton pada Maret tahun depan, sumber industri tambahnya.

Kumpulan industri timah, ITRI bulan lalu mengatakan, pasar global timah diperkirakan mengalami defisit 5.000-10.000 ton pada 2015, dari pasar yang seimbang tahun ini. ‘’Tampaknya ramalan untuk 2015 sudah berlaku juga untuk tahun ini,’’ kata Peter Kettle, manajer pasar di ITRI, dalam sebuah suratnya kepada Reuters. Ia diminta tanggapannya terhadap pendapat Jabin Sufianto, bahwa ekspor timah Indonesia bisa mencapai 70.000 ton tahun depan.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin