PAMA Perkuat ESG dan Efisiensi Operasional untuk Keberlanjutan Bisnis

Kontraktor pertambangan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus mendorong penerapan operational excellence dan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri.

PAMA Perkuat ESG dan Efisiensi Operasional untuk Keberlanjutan Bisnis
Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara (PAMA) PAMA, Hendra Hutahean dalam Indonesia Mining Outlook 2026 and Stakeholders Iftar Gathering yang diselenggarakan Majalah TAMBANG dan Hype Solusi Indonesia di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Jakarta, TAMBANG – Kontraktor pertambangan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus mendorong penerapan operational excellence dan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri.

Presiden Direktur PAMA, Hendra Hutahean menyampaikan bahwa keungggulan operasional menjadi kunci agar layanan jasa pertambangan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

“Pada intinya operational excellence itu bisa membuat harga jasa pertambangan yang kami tawarkan match dengan kebutuhan dari customer kami,” ujar Hendra dalam Indonesia Mining Outlook 2026 and Stakeholders Iftar Gathering di Jakarta, dikutip Senin (9/3).

Operational excellence yang menjadi pilar PAMA bertumpu pada tiga aspek utama, yakni people, business, dan teknologi. Ketiga elemen ini menjadi fondasi bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta menjaga daya saing di industri jasa pertambangan.

Untuk mendukung hal tersebut, PAMA telah merumuskan strategi melalui 10 PAMA ESG Aspirations yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Pada pilar lingkungan, perusahaan menargetkan sejumlah inisiatif seperti pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG emission reduction), peningkatan bauran energi terbarukan (renewable energy mix), penurunan intensitas penggunaan air (water intensity reduction), serta pengelolaan limbah (waste diverting).

Menurutnya, langkah-langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan agenda keberlanjutan, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi operasional perusahaan.

“Kalau kita bicara GHG emission dari jasa pertambangan itu tidak lain bagaimana kami menghabiskan solar fuel untuk berproduksi. Semakin rendah konsumsi solar untuk menghasilkan produksi yang sama, maka emisi GHG juga semakin rendah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya akan meningkatkan produktivitas sekaligus menekan limbah yang dihasilkan dalam kegiatan operasional.

“Kalau resources yang kita gunakan rendah, otomatis limbah yang dihasilkan juga akan lebih sedikit,” jelas Hendra.

Sementara pada aspek sosial, PAMA menempatkan keselamatan kerja (safety) sebagai prioritas utama karena risiko fatality maupun lost time injury (LTI) dapat menjadi hambatan bagi keberlanjutan operasional perusahaan.

Perusahaan juga terus mendorong employee diversity, termasuk meningkatkan keterlibatan pekerja perempuan dalam operasional.

Selain itu, berbagai program community development melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dijalankan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar wilayah tambang.

Di sisi tata kelola, PAMA menegaskan komitmennya dalam menjalankan good corporate governance (GCG), board diversity dan business model resilience.

Untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, perusahaan juga mulai melakukan diversifikasi usaha, antara lain dengan menjajaki peluang di sektor pertambangan mineral serta energi.

“Ini adalah journey bagi kami untuk menambah amunisi agar perusahaan bisa terus berlanjut ke depan. Karena kita tahu sumber daya tambang itu ada batasnya,” pungkas Hendra.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin