OPEC Bersiap Untuk Pertemuan Darurat

OPEC Bersiap Untuk Pertemuan Darurat
Diezani Alison Madueke. Foto: Goldmyne.tv

WINA--TAMBANG. MENTERI Perminyakan Nigeria, yang sekarang menjabat sebagai presiden OPEC, Diezani Alison-Madueke, mengatakan bahwa bila harga minyak kembali bergejolak, ia akan mengadakan pertemuan luar biasa anggota OPEC dalam waktu enam pekan mendatang.

Koran Inggris, The Guardian, dalam terbitannya kemarin mengungkapkan, Diezani sangat tidak berbahagia melihat harga minyak saat ini. Pada bulan Januari, harga minyak brent menyentuh US$ 45 per barel, anjlok luar biasa dibanding harga pada Januari yang mencapai $115. ‘’Saya sudah berbicara dengan para anggota OPEC soal pertemuan luar biasa ini,’’ katanya.

Ucapan Presiden OPEC itu pertama kali dimuat di koran The Financial Times edisi Senin, lalu dikutip berbagai media sehari kemudian.

‘’Harga minyak yang lemah saat ini antara lain dipicu oleh kenaikan produksi yang cukup besar di Amerika. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatasinya,’’ kata Diezani.

OPEC dijadwalkan bertemu di Wina, Juni mendatang. Rapat bisa dimajukan bila situasi darurat, seperti harga yang melemah terus-menerus dalam jangka waktu lama. OPEC saat ini memiliki 12 anggota, yaitu Aljazair, Angola, Ekuador, Iran, Irak, Kuwait, Libiya, Nigeria, Qatar, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Venezuela.

Indonesia pernah menjadi anggota OPEC dalam jangka waktu cukup lama, tetapi memutuskan keluar dari organisasi pengekspor minyak itu pada era Presiden SBY, karena Indonesia bukan lagi eksportir minyak.

‘’Hampir semua anggota OPEC, kecuali yang di blok Arab, sangat prihatin melihat harga minyak sekarang. Kami berharap, harga sekarang yang di kisaran $60 per barel tidak turun lagi. Tapi saya tidak yakin akan hal itu,’’ kata Diezani.

November lalu OPEC bersidang, dan memutuskan tidak menurunkan produksi, yakni tetap pada 30 juta barel per hari. Keputusan OPEC itu langsung menurunkan harga minyak 10% terhadap tiga jenis minyak utama, brent, west texas intermediate, dan minyak Amerika.

Diezani Alison-Madueke mendukung keputusan November itu. ‘’Ketika Anda menyerahkan semuanya pada pasar, Anda akan gampang dilupakan,’’ kata Alison-Madueke. Ini keputusan yang tidak gampang, karena anggota OPEC juga menderita akibat melemahnya harga.

Dalam rapat November itu, Saudi Arabia ngotot agar OPEC tidak menurunkan produksi. Harga rendah, katanya, akan mengangkat peran OPEC di dunia perminyakan, karena rendahnya harga tak akan bisa diikuti oleh produsen shale gas, minyak pasir, di Amerika Serikat dan Kanada.

Sebuah kajian dari perusahaan energy terpadu BP mendukung argumentasi Saudi Arabia itu. Turunnya harga akan mendorong melemahnya produksi shale gas, dan meningkatkan permintaan terhadap minyak produksi OPEC. Diperkirakan pada 2030, permintaan terhadap minyak OPEC melebihi angka 32 juta barel per hari. Ini merupakan puncak produksi minyak OPEC yang pernah dicapai, yaitu pada 2007.

Artikel Terkait

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin
Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Jakarta, TAMBANG – PT United Tractors Tbk (United Tractors) mendukung pengembangan teknologi elektrifikasi alat berat melalui uji lapangan Komatsu HD785-7 Hybrid EREV, rigid dump truck berkapasitas kelas 100 ton. Pengujian ini berlangsung di wilayah pertambangan PT Kideco Jaya Agung (Kideco), dengan kegiatan operasional yang dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)

By Rian Wahyuddin