NU Bahas Tata Kelola Tambang di Munas-Konbes 2026

Nahdlatul Ulama (NU) membahas tata kelola tambang dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) 2026 di Kediri, Jawa Timur.

NU Bahas Tata Kelola Tambang di Munas-Konbes 2026
dok. nu.or.id

KEDIRI, TAMBANG – Nahdlatul Ulama (NU) membahas tata kelola tambang dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) 2026 di Kediri, Jawa Timur. Pembahasan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait kepemilikan, tata kelola, dan pemanfaatan hasil usaha pertambangan yang akan menjadi landasan pengelolaan konsesi tambang di lingkungan organisasi.

Dalam sidang Komisi Organisasi, peserta Munas-Konbes membahas rancangan Peraturan Perkumpulan (Perkum) tentang tata kelola usaha pertambangan yang akan menjadi landasan hukum pengelolaan konsesi tambang yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Pembahasan berlangsung intensif selama lebih dari tiga jam dan menghasilkan sejumlah rumusan penting terkait aspek kepemilikan, tata kelola, hingga pemanfaatan hasil usaha pertambangan.

Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni dok. NU Online/Agung

Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, menegaskan bahwa penyusunan Perkum dilakukan sebagai kebutuhan organisasi yang kini memasuki fase pengembangan usaha pertambangan setelah memperoleh izin pengelolaan dari pemerintah.

“Perkum ini disusun sebagai payung hukum tata kelola tambang karena usaha pertambangan yang diperoleh Nahdlatul Ulama masih dalam tahap pengembangan dan membutuhkan aturan yang jelas,” ujar Amin.

Menurut Amin, prinsip utama yang mengemuka dalam pembahasan adalah memastikan kepemilikan usaha pertambangan tetap berada di bawah organisasi, bukan individu maupun kelompok tertentu. Ia menekankan bahwa konsesi yang dikelola harus menjadi aset kolektif Nahdlatul Ulama.

“Tambang harus menjadi milik Perkumpulan Nahdlatul Ulama, bukan milik sekelompok orang, apalagi milik perorangan,” tegasnya.

Selain aspek kepemilikan, rancangan regulasi tersebut juga mengatur penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan usaha pertambangan. Transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas menjadi elemen utama yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memastikan keberlanjutan usaha.

Amin menyebutkan bahwa Perkum juga dirancang untuk memastikan praktik pengelolaan tambang mengikuti kaidah good mining governance sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi organisasi dan masyarakat luas.

Tak hanya itu, forum juga menegaskan bahwa hasil usaha pertambangan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan organisasi dan kesejahteraan warga NU.

“Pemanfaatan hasil tambang harus ditujukan untuk kepentingan Nahdlatul Ulama dan warga Nahdlatul Ulama, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Amin.

Dalam pembahasan tersebut, peserta juga menyoroti struktur kepemilikan saham badan usaha pengelola tambang yang saat ini masih berada di bawah koperasi. Komisi Organisasi merumuskan ketentuan transisi yang mengatur pengalihan seluruh saham kepada badan hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama melalui mekanisme organisasi dan korporasi yang sesuai. Meski demikian, seluruh hasil pembahasan masih berstatus rekomendasi komisi dan menunggu pengesahan dalam forum resmi Munas-Konbes.

Pembahasan tata kelola pertambangan ini menjadi salah satu isu strategis yang mewarnai Munas-Konbes NU 2026. Forum tersebut tidak hanya membahas persoalan keagamaan dan organisasi, tetapi juga berbagai isu kebangsaan dan pengelolaan sumber daya yang dinilai memiliki dampak luas bagi umat, bangsa, dan negara.

Bagi industri pertambangan nasional, langkah NU menyusun regulasi internal terkait pengelolaan konsesi tambang menunjukkan semakin menguatnya perhatian terhadap aspek tata kelola, akuntabilitas, dan manfaat sosial dalam pengelolaan sumber daya alam. Jika nantinya disahkan, Perkum Tata Kelola Tambang berpotensi menjadi rujukan penting bagi pengelolaan konsesi berbasis organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kemaslahatan publik.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin