NHM Peduli, Dampingi Anak Pengidap Kanker Darah hingga Pulih dan Kembali ke Halmahera

Berkat pendampingan dan perawatan yang dijalani, kini Pratiwi telah kembali pulih dan pulang ke kampung halaman di Halmahera.

NHM Peduli, Dampingi Anak Pengidap Kanker Darah hingga Pulih dan Kembali ke Halmahera
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memberikan pendampingan pengobatan kepada Pratiwi Baba (4), seorang anak asal Desa Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur, yang sebelumnya berjuang melawan kanker darah. Berkat pendampingan dan perawatan yang dijalani, kini Pratiwi telah kembali pulih dan pulang ke kampung halaman di Halmahera.

dr. Syamsul Bahri selaku pendamping tim NHM Peduli menjelaskan bahwa selama proses pengobatan, pihaknya memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari pengurusan administrasi BPJS Kesehatan, fasilitas transportasi, hingga bantuan akomodasi dan kebutuhan dasar bagi keluarga pendamping.

“Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih lima bulan, tim medis menyatakan kondisi Pratiwi membaik dan memperbolehkan untuk kembali ke Tobelo. Pada 5 Februari 2026, Pratiwi dipulangkan untuk melanjutkan kontrol dan pemantauan kesehatan di RSUD Tobelo,” jelas dr. Syamsul dalam keterangannya, Kamis (19/2).

Sementara itu, orang tua Pratiwi, M. Abdi Baba, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pendampingan yang telah diberikan. Ia menuturkan bahwa Pratiwi menjalani perawatan di luar pulau, yakni di salah satu rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara.

“Ketika anak kami dirawat di Tobelo, kami sempat merasa kehilangan harapan. Bantuan dan pendampingan dari Bapak Haji Robert melalui tim NHM Peduli menjadi kekuatan besar bagi keluarga kami. Alhamdulillah, Tiwi bisa menjalani pengobatan di Manado dan kini diperbolehkan pulang dalam kondisi membaik,” ungkapnya.

Pratiwi merupakan anak ketiga dari pasangan M Abdi Baba dan Faradila Dabi Dabi. Dia pertama kali dirawat di RSUD Tobelo pada Agustus 2025. Berdasarkan rekomendasi dokter, ia kemudian dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Dengan dukungan NHM Peduli, Pratiwi menjalani perawatan di Manado sejak 29 Agustus 2025 hingga 3 Februari 2026.

Melalui NHM Peduli, PT Nusa Halmahera Minerals terus menjalankan berbagai program sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah lingkar tambang, serta mendorong pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Maluku Utara.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin