Mulus, IUPK Freeport Diperpanjang Hingga Juni 2018

Mulus, IUPK Freeport Diperpanjang Hingga Juni 2018
Jakarta, TAMBANG – PT. Freeport Indonesia terus mendapat kemudahan dari pemeritah. Kali ini status Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang seharusnya berakhir pada 10 Januari 2018, diperpanjang hingga 30 Juni 2018.   “Perpanjangan sampai Juni 2018, untuk memberikan kepastian penyelesaian empat poin dalam perundingan pemerintah dengan Freeport,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati,  di Jakarta (2/1).   Sebelumnya pada Oktober 2017, pemerintah memberikan perpanjangan IUPK kepada Freeport hingga 10 Januari 2018 dengan alasan belum selesainya perundingan antara keduanya. Kini, setelah banyak pertanyaan muncul di akhir tahun 2017, pemerintah kembali memperpanjang, untuk memberikan kepastian investasi dan penyelesaian kesepakatan empat poin utama, yaitu, terkait dengan divestasi 51 persen, perpajakan dan investigasi dan pembangunan smelter yang belum selesai.   “Perlu memberikan kepastian investasi dengan perpanjang IUPK, dan ini adalah bagian proses kami finalkan komponen negosiasi. Kami harap sebelum ini selesai, permanen IUPKnya bisa di-issue bersama tiga komponennya yang lain, yaitu smelter, lifting dan rezim investasi,,” tutur Sri Mulyani.   Sementara itu, Juru Bicara PT. Freeport Indonesia, Riza Pratama, mengatakan, kepastian perpanjangan IUPK ini mereka sudah kantingi sejak 28 Desember 2017 lalu.   “Sejak 28 Desember sudah kami dapatkan, kini kami bermaksud mengajukan izin rekomendasi ekspor mineral olahan (konsentrat) tembaga ke Kementerian ESDM, sebelum batas waktu izin ekspor habis pada Februari 2018,” kata Riza.    

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin