Moody's Tengah Meninjau Peringkat Berau

Moody's Tengah Meninjau Peringkat Berau

JAKARTA--TAMBANG. LEMBAGA pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service mengumumkan bahwa peringkat tambang batu bara PT Berau Coal Energy Tbk tengah direviu untuk kemungkinan diturunkan lagi. Rabu lalu lembaga pemeringkat Standard & Poor’s Ratings Service sudah menurunkan peringkat Berau.

Oleh Standard & Poor's, peringkat Berau Coal Energy diturunkan menjadi CCC- dari sebelumnya CCC+. Penurunan peringkat ini terjadi di saat Berau tengah mengajukan proposal pembayaran di muka sebesar 5% terhadap surat berharga yang dikeluarkan Berau sebesar US$ 450 juta, yang jatuh tempo pada Juli 2015. Berau mengusulkan agar sisanya dibayar pada Februari 2017.

‘’Kami menurunkan peringkat Berau Energy setelah melihat usulan transaksi modalnya. Transaksi itu menunjukkan bahwa menurut kriteria kami, Berau tengah dalam tekanan,’’ demikian bunyi pernyataan Standard & Poor’s, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

‘’Harga batu bara yang buruk akan menekan kinerja perusahaan dan likuiditasnya. Penundaan pembayaran hingga 2017 akan merupakan sebuah tantangan berat,’’ kata analis senior Moody’s, Brian Grieser.

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin