MIND ID Ujicoba Aplikasi Digital Berbasis Artificial Inteligence untuk Eksplorasi

MIND ID Ujicoba Aplikasi Digital Berbasis Artificial Inteligence untuk Eksplorasi

Jakarta, TAMBANG – BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID melakukan ujicoba penggunaan aplikasi digital data capturing dengan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan machine learing untuk kegiatan eksplorasi bernama Geologging.

Inisiasi bersama PT ANTAM ini merupakan salah satu komitmen Grup MIND ID dalam mendorong smart mining untuk mengoptimalkan proses bisnis dan operasional Perusahaan.

“Teknologi AI diharapkan akan meningkatkan efektivitas eksplorasi di Anggota MIND ID. Perusahaan terus mendorong terciptanya inovasi di setiap kegiatan operasional untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan cadangan mineral Grup MIND ID,” kata Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso dalam keterangannya, Senin (27/6).

Menurutnya, perusahaan terus mendorong lahirnya ide dan inovasi yang membuat proses bisnis industri tambang menjadi lebih efisien, efektif, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ujicoba aplikasi Geologging dilakukan di kegiatan eksplorasi ANTAM, Unit Bisnis Pertambangan Emas di Jawa Barat. Geologging dapat mempercepat dan mengkalkulasi sampel batuan hasil pemboran (core) seperti Rock Quality Designation RQD), Core Recovery, dan lainnya.

“Geologging memiliki tiga fitur yakni Safety Inspection, Proses Pengeboran dan Foto Core yang dilengkapi dengan AI. MIND ID berharap aplikasi Geologging menjadi problem solver untuk efisiensi dan optimalisasi aktivitas eksplorasi di Anggota MIND ID,” jelasnya.

Implementasi ujicoba program yang dilakukan di wilayah operasi ANTAM ini berfokus pada tiga hal, pertama penyesuaian field dalam aplikasi Geologging sesuai dengan kebutuhan dari petugas di lapangan. Kedua, Kolaborasi fitur AI pada Geologging dengan aplikasi digital yang saat ini telah ada yakni “Rinda Emas” (aplikasi digital logging ANTAM).

Ketiga, Uji coba secara langsung. Trial and error diperlukan mengingat penggunaan AI pada Core Logging atau di proses bisnis eksplorasi masih sangat minim. Aplikasi Rinda Emas ANTAM dikembangkan dari latar belakang adanya risiko kesalahan pencatatan data (typo error), minimnya teknologi untuk mendukung efisiensi di dunia eksplorasi serta kurangnya optimalisasi dalam pengambilan data pada kegiatan eksplorasi secara digital.

Kolaborasi antara Rinda Emas dan Geologging diharapkan membantu meminimalisasir kesalahan input, meningkatkan efisiensi dengan cara mempersingkat proses data collecting dan meningkatkan kualitas dan standarisasi data geologi dan data aktivitas pengeboran.

“Kolaborasi diharapkan akan membantu efisiensi dan efektivitas kegiatan eksplorasi ANTAM.Aplikasi Geologging dikembangkan oleh tim Safepedia, salah satu pemenang kompetisi inovasi MIND ID Goes Digital tahun 2021,” paparnya.

Safepedia sendiri beranggotakan 5 (lima) orang yang berpengalaman di bidang digital khususnya sektor health, safety, environment, dan database eksplorasi tambang. Lima orang tersebut yakni Munsi Liano dan Agung Banyu sebagai Hacker, Ari Soeldjana dan Aditya Pratomo sebagai Hustler, dan Agus Tri sebagai Hipster.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin