Metode Backfill Tailing Jadi Kunci Tambang Bawah Tanah Modern dan Ramah Lingkungan

Metode Backfill Tailing Jadi Kunci Tambang Bawah Tanah Modern dan Ramah Lingkungan

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang timbal dan seng, PT Dairi Prima Mineral (DPM) tengah bersiap mengoperasikan tambang di Kabupaten Dairi, Sumatera Selatan. Dalam operasi tambangnya, perusahaan akan menggunakan metode tambang bahwa tanah (underground mining).

Metode backfilling mining jadi pilihan PT Dairi Prima Mineral (DPM) sebagai metode penambangan bawah tanah yang mengutamakan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Keunggulan utama cut and fill mining adalah minimnya pembukaan lahan di permukaan sehingga hutan dan ekosistem tetap terjaga. DPM menegaskan bahwa sistem backfill tailing tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas area tambang, tetapi juga mendukung perlindungan lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi.

Melalui sistem tersebut, material backfill digunakan untuk mengisi ruang kosong (void) bekas penambangan guna memperkuat massa batuan, mengurangi risiko runtuhan, menjaga keselamatan pekerja, sekaligus melindungi kualitas air tanah melalui pemantauan berkala, pengujian QA/QC, evaluasi lingkungan, serta pelaporan yang terdokumentasi. Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan aman, memenuhi regulasi, dan mendukung keberlanjutan operasi tambang.

Irwan Iskandar, Pakar LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan mengatakan konsep tambang bawah tanah modern memiliki keunggulan karena membutuhkan ruang yang jauh lebih kecil di permukaan dibandingkan tambang terbuka.

"Yang positif dari tambang bawah tanah, footprint kerusakan atau footprint gangguan di permukaan itu kecil. Di mana kita membutuhkan space di permukaan untuk tempat tinggal, pertanian, dan aktivitas lainnya, gangguannya menjadi jauh lebih kecil. Ini langkah positif yang bisa disebut sebagai tambang bawah tanah modern," ujar Irwan dalam diskusi bertemakan Tambang Bawah Tanah Modern “Perspektif Sains, Hukum, Teknologi dan Perlindungan Lingkungan” yang digelar E2S, Senin (27/72026).

Aspek lain yang membedakan praktik pertambangan modern adalah pengelolaan sisa hasil pengolahan (tailing). Jika sebelumnya tailing umumnya ditempatkan di tailing dump, kini DPM akan mengembalikannya ke dalam ruang bekas tambang (backfill).

"Yang modern dan taktis adalah sisa hasil pengolahannya akan ditempatkan kembali, bukan ke tailing dump. Tailing dump memiliki risiko karena setelah tambang selesai, material itu tetap berada di sana sepanjang waktu. Kita belajar dari berbagai mining disaster di dunia, termasuk yang terjadi di Brasil pada 2019," katanya.
Irwan menegaskan bahwa setiap kegiatan pertambangan pasti memiliki dampak terhadap lingkungan. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana dampak tersebut dapat dikelola melalui penerapan teknologi dan pengawasan yang tepat.

"Tambang juga punya dampak. Harus dipahami dampaknya, tetapi dampak itu harus bisa kita kelola. Salah satu yang paling penting adalah persoalan air, baik air permukaan maupun air tanah," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tambang bawah tanah seperti DPM, perhatian utama bukan lagi pada keberadaan tailing dump atau bukaan tambang di permukaan, melainkan pada pengelolaan air tanah. Salah satu perubahan terbesar dalam dokumen lingkungan DPM, lanjut Irwan, adalah keputusan mengubah sistem pembuangan tailing menjadi sistem backfill.
Menurutnya, langkah tersebut memberikan manfaat besar dalam mengurangi potensi terbentuknya air asam tambang.
"Perubahan yang signifikan adalah mengonversi sistem dari tailing dump menjadi backfill. Selain itu, DPM juga berhasil me-recover sekitar 32 persen sulfur. Kalau sulfur itu tidak diambil, sebenarnya menjadi potensi pembentukan air asam tambang," jelas Irwan.

Meski demikian masih terdapat sekitar tujuh persen kandungan sulfur yang tersisa. Untuk mencegah terjadinya oksidasi yang dapat memicu terbentuknya air asam tambang, material tersebut kemudian dicampur dengan semen dan kapur (lime) sebelum ditempatkan kembali ke dalam terowongan tambang.
Menurut Irwan tren industri pertambangan global juga mulai meninggalkan penggunaan tailing dump konvensional setelah sejumlah kegagalan bendungan tailing di berbagai negara. Banyak perusahaan kini beralih ke teknologi dry stack tailing maupun sistem backfill karena dinilai lebih aman dan memiliki jejak lahan yang lebih kecil. Memang ada biaya dan teknologi tambahan, tetapi footprint areanya jauh lebih kecil. Perubahan teknologi tersebut sebagai peralihan dari sistem lama menuju sistem yang lebih efisien.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin