Merambah Ke Bisnis Kendaraan Listrik, Indika Bentuk Anak Usaha Baru

Merambah Ke Bisnis Kendaraan Listrik, Indika Bentuk Anak Usaha Baru
Kantor PT. Indika Energy

Jakarta,TAMBANG,-Prospek pengembangan kendaraan listrik yang cukup menjanjikan di masa depan telah menarik minat PT Indika Energy,Tbk (INDY). Bersama anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Indika Energy Infrastructure (IEI), INDY mendirikan perusahaan dengan nama PT Electra Mobilitas Indonesia (“EMI”). Ini disampaikan perusahaan dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI),Jakarta (8/3)

PT EMI dibentuk dengan tujuan melakukan perdagangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorisnya. Kemudian melakukan perdagangan besar berbagai suku cadang, komponen, dan aksesoris mobil serta melakukan jasa konsultasi manajemen.

Untuk pendirian perusahaan baru ini, INDY menggelontorkan Rp39.999.000.000,- (99,9975%) dan PT Indika Energy Infrastruktur (IEI) Rp1.000.000,- (0,0025%) dengan total Rp.40.000.000.000,- (100%).  

“Penyertaan saham Perseroan dalam EMI merupakan langkah Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik di Indonesia,”demikian keterangan dalam Keterbukaan informasi tersebut.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin