Menteri Jonan Peringatkan Pertamina Soal Produksi Migas

Menteri Jonan Peringatkan Pertamina Soal Produksi Migas
Menteri ESDM Ignasius Jonan
Jakarta, TAMBANG – Setelah diberi blok terminasi, Pertamina diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya dalam memproduksi Minyak dan Gas Bumi (Migas).   “Pemerintah mengkompensasi Pertamina dengan memberikan 12 WK (Wilayah Kerja/blok) produksi hulu migas yang sudah produksi bukan eksplorasi,” ucap Menteri ESDM Ignasius Jonan di kantornya, Kamis (7/6).   Pesan Jonan ini menjadi peringatan bagi Pertamina, yang sebelumnya sudah disindir oleh Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Peteoleum Association (IPA) Convex beberapa waktu lalu. Jokowi bilang, Pertamina sejak tahun 70-an tak pernah menggarap lapangan besar, mainnya hanya blok-blok kecil saja.   Untuk itu, pemberian 12 blok tersebut diharapkan jadi dorongan sekaligus tantangan bagi Pertamina agar bisa jadi operator besar di Indonesia.   “Komitmen pemerintah dan janji Presiden waktu kampanye harus jadi operator tuan rumah untuk produksi hulu Migas. Pertamina partisipasinya dalam produksi migas itu sekitar 20 persen, sekarang dengan diberi dua belas blok hari ini jadi 36 persen,” tegas Jonan.   Memang sebelum diberi kompensasi, Pertamina hanya menyumbang sekitar 20 persen produksi minyak nasional. Setelah diberi 12 blok tersebut, diproyeksikan kontribusinya naik jadi 36 persen.   Lebih lanjut, kontribusi Pertamina diasumsikan akan meningkat lagi pada tahun 2019. Rencananya, di awal tahun depan, kontribusinya bertambah jadi sekitar 39 sampai 40 persen.   “40 persen ini kalau produksi turun tentu bermasalah sekali,” jelas Jonan.   Adapun 12 blok yang sudah digenggam Pertamina diantaranya, Blok Mahakam, ONWJ, Blok Tengah, Attaka, Tuban, Ogan Komering, Jambi Merang, Sanga-sanga, Raja, SES, NSO, dan East Kalimantan.   Selain itu Jonan juga berpesan agar Pertamina rajin meningkatkan kegiatan eksplorasi. Pengembangan eksplorasi ini pun harus dibarengi dengan prinsip efisiensi.   “Ini tantangan juga untuk pertamina karena pemerintah memberi Pertamina, diharapkan bahwa banyak eksplorasi yang diajukan Pertamina. Di samping itu harus efisien, karena kalau tidak efisien nanti asing ikut-ikut,” terang Jonan.

Artikel Terkait

IMA Tekankan Pentingnya Transparansi dan Efisiensi Dalam Pengelolaan Ekspor Batubara dan Mineral

IMA Tekankan Pentingnya Transparansi dan Efisiensi Dalam Pengelolaan Ekspor Batubara dan Mineral

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah telah menetapkan kebijakan ekspor satu pintu. Mekanisme ini akan dilsakanan secara bertahap. Terkait dengan itu, Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menegaskan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan ekspor batubara dan mineral. Hal ini terutama dalam menghadapi dugaan praktik transfer pricing yang berujung pada under invoicing pada ekspor

By Egenius Soda