Menghitung Risiko, Hadapi Bisnis Pertambangan Di Masa Mendatang

Subkhan AS [email protected] [email protected]

Jakarta-TAMBANG. Suasana suram masih menghantui kegiatan bisnis di sektor pertambangan. Fluktuatif harga komoditas tambang yang terjadi selama kurang lebih dua tahun menjadi penyebabnya. Tak sedikit yang gulung tikar dan banyak juga yang dapat bertahan. Efisiensi menjadi kunci penyelamat perusahaan tambang menghadapi tahun yang akan datang.

Menurut Direktur dan senior consultant PT Interlink Technology Services Indonesia (ITSI), Decy Chalid, salah satu langkah efisiensi yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan kembali menghitung risiko secara menyeluruh. Dengan mendesain risiko yang ada, maka segala ketidakpastian yang dapat berujung pada kerugian dapat di hindari.

Perhitungan risiko yang tepat, lanjut Decy Chalid, sangat dibutuhkan oleh perusahaan tambang, mengingat sektor pertambangan adalah sektor industri padat modal dan memiliki risiko tinggi.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda