Menata Operasi di Tengah Hilirisasi dan Transparansi

April 2026 menandai fase baru bagi sektor ekstraktif Indonesia. Regulasi harga patokan mineral dan batu bara diperkuat melalui Kepmen ESDM Nomor 144 Tahun 2026 yang diumumkan pada 13 April 2026 dan berlaku efektif mulai 15 April 2026.

Menata Operasi di Tengah Hilirisasi dan Transparansi

April 2026 menandai fase baru bagi sektor ekstraktif Indonesia. Regulasi harga patokan mineral dan batu bara diperkuat melalui Kepmen ESDM Nomor 144 Tahun 2026, yang diumumkan pada 13 April 2026 dan berlaku efektif mulai 15 April 2026. Di saat yang sama, agenda hilirisasi terus bergerak, membuat kebutuhan akan keterhubungan data, disiplin biaya, dan kecepatan pengambilan keputusan menjadi semakin nyata.

Dalam lanskap seperti ini, tantangan perusahaan tambang tidak lagi berdiri sendiri. Harga memengaruhi kontrak dan valuasi. Operasi memengaruhi biaya dan margin. Ketersediaan aset memengaruhi produktivitas. Dan pada akhirnya, semuanya bermuara pada satu pertanyaan: apakah manajemen memiliki visibilitas yang cukup jernih untuk mengambil keputusan yang tepat.

Karena itu, yang dibutuhkan industri hari ini bukan sekadar sistem pencatatan. Yang dibutuhkan adalah fondasi yang mampu menghadirkan keteraturan di tengah operasi yang kompleks, tersebar, dan bergerak cepat. Fondasi yang dapat menyatukan data, aset, proses, dan keputusan ke dalam satu alur yang utuh.

Di sinilah Pronto Xi terasa relevan

Dikembangkan oleh Pronto Software di Australia, Pronto Xi diposisikan untuk sektor mining sebagai platform yang menghadirkan insight end-to-end atas financials, supply chain, asset management, dan maintenance. Pronto juga menyatakan bahwa ratusan perusahaan di sektor mining, oil and gas menggunakan Pronto Xi untuk meningkatkan planning, reliability, dan kontrol operasi.

Daya tariknya bukan semata pada luasnya kapabilitas, melainkan pada ketepatan desainnya. Pronto Xi dibangun sebagai ERP yang modular dan scalable. Ia dirancang sebagai satu solusi terpusat, end-to-end, yang menghadirkan single source of truth, namun tetap adaptif terhadap struktur dan proses bisnis yang berbeda.

Bagi lingkungan tambang, pendekatan seperti ini penting. Efisiensi tidak lahir dari pengurangan kemampuan, melainkan dari fondasi yang memang lebih selaras dengan ritme operasi dan kebutuhan lapangan.

Nilai itu menjadi nyata ketika diterjemahkan ke dalam kenyataan operasional. Visibilitas biaya menjadi lebih jelas. Supply chain dan inventory lebih tertata. Asset dan maintenance lebih mudah dikendalikan. Pengawasan proyek menjadi lebih disiplin. Dan ketika seluruhnya bertemu dalam analytics yang hidup, manajemen tidak hanya menerima laporan, tetapi memperoleh perspektif yang lebih tajam untuk bertindak dengan lebih cepat dan lebih percaya diri.

Di lapisan inilah Pronto Xi menjadi semakin menarik. Pronto menyebut adanya deep integration with IBM Cognos Analytics, yang memungkinkan visualisasi, dashboard interaktif, dan analisis data yang lebih relevan bagi berbagai pengguna bisnis.

Pada saat yang sama, Pronto Software juga menyebut built-in AI assistant, IBM Watson, untuk membantu menyoroti insight dari data yang ditampilkan. Ke depan, arah inovasi AI Pronto Software juga bergerak ke integrasi IBM watsonx ke dalam Pronto Xi, dengan fokus pada predictive analytics, workflow automation, dan forward-looking insight. Dengan demikian, yang hadir bukan sekadar reporting, melainkan fondasi analytics yang makin siap mendukung keputusan yang lebih cerdas.

Di industri tambang, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh apa yang diproduksi, tetapi oleh seberapa baik operasi dapat dilihat, dikendalikan, dan diarahkan.

Di Indonesia, relevansi itu diperkuat oleh kehadiran Pratesis sebagai partner resmi Pronto Software untuk bisnis mining, oil & gas, dan heavy equipment.

Dalam profil resminya di jaringan global Pronto Software, Pratesis digambarkan membantu integrasi data, realtime monitoring, dan digitalisasi operasi agar perusahaan memperoleh visibilitas yang lebih penuh dan keputusan yang lebih baik. Pronto Xi juga telah dimanfaatkan dalam lingkungan perusahaan-perusahaan sektor mining dan oil & gas di Indonesia.

Pada akhirnya, percakapan tentang ERP di sektor tambang bukan lagi soal software semata. Ia adalah percakapan tentang keteraturan: bagaimana perusahaan menavigasi regulasi yang berubah, mengelola rantai nilai yang makin panjang, menjaga disiplin biaya, dan membangun operasi yang semakin data-driven.

Dalam konteks itulah, Pronto Xi menawarkan fondasi yang terintegrasi, proporsional, dan cukup kuat untuk membantu perusahaan bergerak dengan lebih tertata di tengah kompleksitas yang terus meningkat, sementara Pratesis membantu menerjemahkan nilainya ke realitas operasi di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut:
[email protected]

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin