MDKA Dan Thingshan Sepakat Bentuk Perusahaan Patungan Untuk Proyek AIM

MDKA Dan Thingshan Sepakat Bentuk Perusahaan Patungan Untuk Proyek AIM
Direktur Utama MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Senin (21/5).

Jakarta,TAMBANG, Perusahaan tambang tembaga dan emas PT Merdeka Copper Gold,Tbk (MDKA) telah menandatangani Joint Venture Agreement (JVA) terkait pembentukan perusahaan patungan pengolahan mineral. Modal awalnya USD90 juta dengan estimasi kurs USD.14.000.

Dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan MDKA bersama PT Batuta Pelita Investama (BPI) Wealthy Source Holding Limited dan  Eternal Thingshan Group Limited menandatangani JVA tersebut. BPI menguasai 80% dan Thingshan lewat afiliasi Wealthy 20%. Ada pun BPI merupakan anak usaha MDKA dengan kepemilikan saham 99,83 persen per September 2020.

“JVA dilakukan sehubungan rencana MDKA mendirikan perusahaan patungan,”terang Corporate Secretary MDKA Adi Adriansyah Sjoekri.

Dalam JVA, para pihak akan membangun pabrik proyek Acid Iron Metal (AIM) di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah. Proyek AIM itu akan memproses bijih pirit dari proyek tembaga Wetar milik MDKA. Proyek AIM nantinya akan menjadi aset multi komoditas yang berumur panjang serta memperluas basis sumber daya tembaga Wetar perseroan.

Dampak pendirian perusahaan patungan tersebut jika telah beroperasi akan memberikan potensi tambahan pendapatan dan aba kepada Perseroan sebagai pemilik Iangsung daníatau tidak langsung dan perusahaan patungan dan juga memperluas sumber daya tembaga proyek tembaga Wetar.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda