Mayoritas HMA 20 Jenis Mineral Logam Alami Kenaikan

Mayoritas HMA 20 Jenis Mineral Logam Alami Kenaikan

Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetapkan Harga Mineral Acuan (HMA) Bulan Maret 2018 untuk 20 jenis mineral logam. Mayoritas harga mineral mengalami kenaikan, dan beberapa terjadi penurunan seperti tembaga menjadi USD7.004,40/dmt dari sebelumnya di Februari sebesar USD7.095,83/dmt.

Keputusan HMA Maret tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1320 K/32/MEM/2018 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Maret 2018

Kepmen yang ditandatangani Menteri ESDM Ignasius Jonan pada 1 Maret 2018 itu, disusun untuk melaksanakan ketentuan pasal 6 pada Permen ESDM Nomor 44 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Permen Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara.

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam, berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam.

Di pasal 6 Peraturan Menteri Nomor 44 Tahun 2017, HMA ini menjadi salah satu variabel untuk menentukan HPM. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai atau kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Harga Mineral Acuan (HMA) Logam untuk bulan Maret 2018 yang sudah ditetapkan yaitu:

  1. Nikel USD13.444,52/dmt
  2. Kobalt USD80.797,62/dmt
  3. Timbal USD2.602,88/dmt
  4. Seng USD3.524,83/dmt
  5. Aluminium USD2.199,57/dmt
  6. Tembaga USD7.004,40/dmt
  7. Emas sebagai mineral ikutan USD1.337,54/ounce
  8. Perak sebagai mineral ikutan USD16,92/ounce
  9. Ingot timah Pb 300 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
  10. Ingot timah Pb 200 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
  11. Ingot timah Pb 100 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
  12. Ingot timah Pb 050 sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
  13. Ingot timah 4NINE sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan
  14. Logam emas sesuai harga logam emas di London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan
  15. Logam perak mengikuti harga logam perak di London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan
  16. Mangan USD 5,90/dmt
  17. Bijih besi laterit/hematit/magnetit USD 0,92/dmt
  18. Bijih krom USD 4,14/dmt
  19. Konsentrat Ilmenit USD3,96/dmt
  20. Konsentrat Titanium USD 10,81/dmt

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan. Sementara, Formula HPM Logam dapat ditinjau kembali secara berkala setiap enam bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin