Mantan Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin
Dok: ANTARA.

Jakarta, TAMBANG – Mantan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin divonis 3 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/4).

Ridwan Djamaluddin terbukti bersalah pada kasus korupsi tambang nikel WIUP PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Blok Mandiodo, Sulawesi Tenggara.

“Terdakwa Ridwan Djamaludin diputus pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan 6 (enam) bulan dikurangi masa penahanan dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta) subisidiair 2 (dua) bulan kurungan,” demikian bunyi putusan yang tertuang dalam rilis Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dengan surat bernomor : PR-04/P.3.3/L.3/04/2024.

Selain Ridwan, Hakim juga memutuskan bersalah kepada pejabat ESDM lainnya yaitu Sugeng Mujiyanto, Yuli Bintoro, Henry Juliyanto dan Eric Victor Tambunan. Mereka terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

“Terdakwa Ridwan Djamaludin, Terdakwa Sugeng Mujiyanto, Terdakwa Yuli Bintoro, Terdakwa Henry Juliyanto dan Terdakwa Eric Viktor Tambunan, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan Subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” jelas putusan tersebut.

Sama seperti Ridwan, Sugeng yang merupakan mantan Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba divonis penjara selama 3 tahun 6 bulan, dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp200 juta.

“Terdakwa Sugeng Mujiyanto diputus pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan 6 (enam) bulan dikurangi masa penahanan dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta) subisidiair 2 (dua) bulan kurungan,” lanjut putusan ini.

Sementara, terdakwa Yuli Bintoro yang merupakan mantan Koordinator Pengawasan Usaha Operasi Produksi dan Pemasaran Mineral diputus pidana penjara selama 3 (tiga) tahun, dikurangi masa penahanan dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta) subisidiair 2 (dua) bulan kurungan.

Terdakwa Henry Juliyanto, eks Sub Koordinator Pengawasan Usaha Operasi Produksi Mineral diputus pidana penjara selama 3 (tiga) tahun, dikurangi masa penahanan dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta) subisidiair 2 (dua) bulan kurungan.

Terakhir, terdakwa Eric Viktor Tambunan, selaku Evaluator Pengawasan Usaha Operasi Produksi dan Pemasaran Mineral diputus pidana penjara selama 3 (tiga) tahun, dikurangi masa penahanan dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta) subisidiair 2 (dua) bulan kurungan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin