Manfaatkan Limbah Olahan untuk Ciptakan Iklim Industri Lebih Hijau

Manfaatkan Limbah Olahan untuk Ciptakan Iklim Industri Lebih Hijau

Jakarta, TAMBANG – Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (Prometindo) mendorong semua industri domestik untuk memanfaatkan limbah hasil olahan menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, hal ini juga perlu dikembangkan agar tecipta iklim perindustrian yang ramah lingkungan.

“Kita  itu mau gak mau harus bisa meng-created limbah, kalau bisa sebagian kita ubah menjadi by produk, kata Ketua Umum Prometindo, Bouman Situmorang di sela-sela Metconnex 2022, dikutip Kamis (11/8).  

Menurutnya, limbah di satu industri bisa jadi merupakan bahan baku di industri lain. Karena itu dia mendorong semua pihak untuk mencari temuan dan jejaring agar sisa industri pengolahan pabrik tersebut memiliki nilai jual.

“Artinya limbah yang kita punya mungkin limbah, tapi di industri lain itu bisa jadi bahan baku. Itulah yang harus kita cari connectionnya sehingga limbah itu berkurang. Bisa kepakai untuk bahan baku industri lain,” ucapnya.

Dia pun tidak menampik bahwa saat ini praktik pemanfaatan limbah sudah mulai digalakkan oleh sejumlah perusahaan termasuk di industri pertambangan seperti pada komoditas tembaga dan nikel. Di tembaga, lanjutnya, malah hampir semua limbah termanfaatkan secara optimal.

“Di tembaga hampir semuanya tidak ada limbah dan bisa semuanya diambil. Di nikel slag itu sudah bukan B3 lagi,” beber Ketua Ikatan Alumni Metalurgi Institut Teknologi Bandung ini. .

Bouman berharap industri pengolahan domestik menerapkan praktik zero waste ini mengingat teknologi penunjangnya cukup lengkap dan makin canggih, meski di industri pertambangan aturan tersebut belum ada. Menurutnya, perusahaan yang melaksanakan kaidah ini nantinya akan diberi sertifikat hijau oleh pemerintah.

“Perkembangan teknologi untuk pengolahan limbah juga sudah naik. Kita di Indonesia sudah ada beberapa industri yang sudah bersertifikat hijau. Misalnya semen. Yang urusnya di Kemenperin, Kalau di pertambangan belum ada” jelasnya.

Hal tersebut perlu ditindaklanjuti mengingat sektor pertambangan dan ekstraksi mineral menurutnya telah menjadi sektor kunci yang memiliki kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Dengan hadirnya para ahli, diharapkan akan banyak khasanah baru mengenai dunia pertambangan berkelanjutan yang bisa membukakan jalan bagi Indonesia untuk menuju industri tambang yang ramah,” ujarnya.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin