Makin Terkikis, HBA April USD88,85 Per Ton

Makin Terkikis, HBA April USD88,85 Per Ton

Jakarta, TAMBANG – Kementerian ESDM merilis Harga Batubara Acuan (HBA) untuk bulan April 2019 sebesar USD88,85 per ton. Dalam tiga bulan terakhir, HBA terus terkikis.

Pada periode sebelumnya, HBA berada di angka 90,57 per ton untuk bulan Maret. Sedangkan di bulan Februari, HBA dipatok 91,80 per ton.

“Dari statistik bulanan, HBA bulan April mengalami penurunan dari bulan Maret. Hal ini dipengaruhi oleh rata-rata indeks, ICI turun 2,09 persen, NEX 3,41 persen, GCNC turun 2,42 persen, Platt’s naik 0,84 persen,” tertulis dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 60 K/30/MEM/2019 tentang HBA April yang diterima tambang.co.id, Kamis (4/4).

Penurunan itu terjadi ditengarai akibat sejumlah faktor global. Di antaranya karena pabrik keramik di India, yang menjadi konsumen batu bara, ditutup sementara lantaran diterpa masalah lingkungan. Kemudian, faktor pengurangan pasokan batu bara dari Australia ke pasar China. Pengurangan pasokan muncul karena China menggenjot produksi batu bara domestik untuk keperluan di dalam negeri.

Selain itu, terjadi penurunan pula batu bara dari Rusia yang diekspor ke Eropa. Sehingga membuat Rusia mencari alternatif pasar dengan memboyong emas hitamnya ke Jepang dan Korea. Dampaknya, pasokan batu bara dari Indonesia ke Jepang dan Korea berkurang.

Untuk diketahui, HBA April dirilis dengan patokan skema jual Free On Board (FOB) Vessel. Adapun patokan kadar kalorinya, 6322 kcal.

Artikel Terkait

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Gunakan Energi Terbarukan di Wilayah Operasi, ANTAM Berhasil Turunkan Konsumsi Energi 59 Persen

Jakarta, TAMBANG - PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 59% sepanjang semester I 2026. Hal ini berkat pemanfaatan sumber energi terbarukan di seluruh kegiatan operasional. Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, efisiensi energi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan

By Rian Wahyuddin