Listrik dan BBM di Wilayah Terdampak Gempa Telah Pulih

Listrik dan BBM di Wilayah Terdampak Gempa Telah Pulih
Palu, TAMBANG – Pasokan listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Palu, Donggala dan Sigi sudah kembali normal. Hal ini dipastikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seteah tim yang diterjunkan memberikan laporan terbaru  sejak 8 Oktober lalu.   Tercatat, sebanyak 1.301 personil terlibat langsung dalam penormalan sistem ketenagalistrikan ini. Sementara, pendistribusian BBM berjalan dengan baik setelah adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam.   “Sudah ada delapan SPBU yang beroperasi seharian penuh,” jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, dalam keterangan resminya, Senin (9/10). Sebanyak 19 SPBU juga telah beroperasi, 15 di antaranya di Kota Palu.   Untuk kebutuhan elpiji, Pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan operasi pasar guna menutupi agen-agen elpiji yang masih tutup.   Kementerian ESDM juga terus melakukan pemboran sumur sebagai sarana penyediaan air bersih, utamanya di lokasi pengungsian dan fasilitas umum, seperti rumah sakit.   “Berdasarkan laporan malam ini, telah dilakukan pemboran sumur dangkal untuk penyediaan air bersih bagi Posko Pengungsian di Kelurahan Kabonga Besar, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Di lokasi ini merupakan Posko pengungsian, sebanyak 135 Kepala Keluarga (KK) dengan 582 jiwa yang terkena dampak langsung Tsunami Wilayah Barat,” lanjut Agung.   Di wilayah Kelurahan Kabonga Kecil, RT 03 RW 02 , Batumaluli juga terdapat 150 KK, dimana pengungsi sulit mendapatkan air. Meski demikian, sudah dilakukan pengeboran pada Selasa (9/10).   “Sementara di Rumah Sakit Lapangan Bundaran Biromaru sekarang sudah memasuki proses penyelesaian,” ungkap Agung.   Di posko pengungsian Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah juga sama, pengeboran dengan kedalaman 11 meter memasuki tahapan penyelesaian.   Kementerian ESDM melalui Posko Siaga Bencana ESDM juga terus memperkuat personil guna mempercepat evakuasi, revitalisasi dan rehabilitasi di lokasi bencana. Tercatat 350 personal terus bahu membahu memberikan bantuan, baik dari segi rescue, medis, hingga operator.   “Tim ini berasal dari perusahaan-perusahaan sektor ESDM yang berada di bawah koordinasi Tim Siaga Bencana ESDM dan masih terus bertambah,” tutur Agung.   Bantuan lain yang diberikan Kementerian ESDM adalah bantuan logistik yang berupa obat, tenda, makanan, peralatan air bersih, dan lain-lain juga akan terus ditambah,” pungkasnya.    

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin