Lima Tahun Lagi Target DMO Batu Bara 60 Persen

Lima Tahun Lagi Target DMO Batu Bara 60 Persen

Jakarta-TAMBANG. Produksi batu bara nasional dalam lima tahun ke depan akan mengacu pada pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pada 2019 produksi batu bara hanya sebesar 400 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan, RPJMN bertujuan untuk meningkatkan penggunaan batu bara dalam negeri atau domestik sehingga menekan ekspor komoditas tersebut. Tahun ini, kata Sukhyar, kewajiban memasarkan di dalam negeri hanya sebesar 92 juta ton dari target produksi sebesar 425 juta ton.

“2019 ditargetkan 60 persen dari produksi itu untuk DMO. Produksi di 2019 sebesar 400 juta ton,” kata Sukhyar di Jakarta, Rabu kemarin (25/02).

Ditjen Minerba mengklaim akan mengumpulkan pemangku kepentingan sektor batu bara untuk membahas ketentuan dalam RPJMN. Pasalnya, lanjut dia, penyerapan batu bara nasional memerlukan kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan.

Dia mengungkapkan pasar dalam negeri akan diserap untuk kebutuhan PLN dan industri. Tahun ini dari jumlah 92 juta ton akan diserap PLN 85 persen atau sekitar 78,2 juta ton. Sedangkan sisanya akan diserap oleh Industri semen maupun pupuk.

Dibutuhkan kerjasama untuk mencapai target penyerapan DMO 2019 sebesar 240 juta ton. “Kalau produksi kan tidak ada masalah, yang jadi permasalahan saat ini bagaimana menggunakan, meningkatkan penggunaannya dalam negeri,” ujarnya.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda