Lewat Program Women in Operations, Orica Dorong Keberagaman Gender di Industri Tambang

Women in operations Orica

Jakarta, TAMBANG – Pemimpin global penyedia solusi pertambangan dan infrastruktur, Orica mendorong keberagaman gender di industri tambang yang diwujudkan lewat program Women in Operations (WIO).

WIO pertama kali diluncurkan Orica wilayah Latin Amerika dan diadopsi Orica Asia pada November 2023. Di Indonesia, program ini sudah diterapkan di tiga wilayah operasi yaitu Sangatta, Kalimantan Timur, Wahana, Kalimantan Selatan dan Satui, Kalimantan Selatan.

Country Director Orica Indonesia, Damien Marik menyebut program WIO bukan sekadar inisiatif baru. Hal ini merupakan langkah signifikan menuju keberagaman gender yang lebih besar dalam operasi pertambangan perusahaan.

“Ini membuktikan komitmen Orica untuk menciptakan tempat kerja yang tidak hanya inklusif, namun juga merayakan kontribusi besar dari perempuan di industri ini. Kami menandai sebuah perubahan besar dalam cara kami mewujudkan keberagaman dan inklusi,” kata Damien dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/3).

Berdasarkan laporan World Economic Forum, persentase tenaga kerja perempuan di pertambangan dan logam secara global mencapai 12 persen pada tahun 2022. Ini tentu menjadi suatu ironi di tengah gembar-gembor isu kesetaraan gender.

Karena itu, Orica turut mendorong dan berkontribusi secara nyata dalam penyeimbangan peran perempuan di industri pertambangan yang selama ini didominasi laki-laki. Orica yakin Perusahaan dengan persentase manajemen perempuan yang tinggi, rata-rata, 47% lebih menguntungkan dibandingkan perusahaan dengan persentase manajemen perempuan yang rendah.

“Di Orica, kami yakin bahwa keberagaman akan memberi dampak positif yang besar terhadap operasi, kontribusi terhadap komunitas, dan hasil-hasil bisnis,” beber Head of HR at Orica Asia, Ayu Kencana.

Ayu menuturkan, komposisi perempuan di semua area operasi PT Orica Mining Services juga mengutamakan masyarakat lokal sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). “Semuanya itu berasal dari (warga) lokal Kalimantan. Jadi gak ada yang datang dari Jakarta,” ucap dia.

Ayu mengatakan, keberagaman membawa beragam perspektif dan gagasan, mendorong kreativitas dan kolaborasi di seluruh organisasi termasuk di Orica sendiri. Lewat Women in Operations, perempuan jadi lebih dapat berkembang untuk mewujudkan cita-citanya.

“Melalui program WIO di wilayah Asia, kami bercita-cita menciptakan lingkungan di mana perempuan dapat berkembang dan mewujudkan aspirasi karir masa depan mereka di Orica,” tandas Ayu.

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda