Lewat Program Sekolah Negeri Terapung, PT PHM Bantu Tingkatkan Kompetensi Guru

Lewat Program Sekolah Negeri Terapung, PT PHM Bantu Tingkatkan Kompetensi Guru

Jakarta,TAMBANG,-Salah satu pilar penting dan menentukan kesuksesan dalam dunia pendidikan adalah guru. Peran guru yang demikian penting ini harus juga didukung dengan berbagai upaya pemberdayaan salah satunya lewat pelatihan atau bentuk lainnya. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menaruh perhatian yang serius pada peningkatan kualitas dan kompetensi guru. Salah satunya dengan menyelenggarakan lokakarya bertemakan Strategi Peningkatan Numerasi di SMP Negeri 6 Anggana, Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kalimantan Timur, pada Sabtu, (26/7) silam. Kegiatan ini diikuti 28 guru dan kepala sekolah dari 11 SMP dan SMA sederajat di Kecamatan Anggana.

Lokakarya ini merupakan bagian dari program CSR Sekolah Negeri Terapung yang diinisiasi PHM bersama Guru Penggerak dari Indonesia Mengajar. Lokakarya dilaksanakan rutin setiap bulan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik di Kecamatan Anggana, melalui wadah Komunitas Belajar Kukar Pintar Idaman Pertamina Hulu Mahakam Anggana (KBKPI PHM Anggana). Setiap bulan, tema yang diangkat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran para guru. KBKPI PHM Anggana tidak hanya menjadi ruang untuk belajar, tetapi juga sebagai forum berbagi praktik baik antarsekolah serta tempat berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi guru di lapangan.

Siti, salah satu anggota KBKPI PHM Anggana, mengatakan bahwa lokakarya tersebut merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu. Berkumpul dan berdiskusi bersama kepala sekolah, guru penggerak, dan guru dari berbagai satuan pendidikan memberikan banyak wawasan baru bagi Siti, terutama terkait pengajaran numerasi lintas mata pelajaran. ”Materinya menarik, disampaikan dengan sabar, dan sangat aplikatif. Kami juga jadi memahami tantangan guru-guru yang mengajar di sekolah yang hanya dapat diakses lewat jalur laut. Ini pengalaman yang sangat membuka mata,” tuturnya.

Head of Communication, Relations, dan CID Zona 8 Frans Alexander A. Hukom menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap bersemangat untuk belajar dan berbagi ilmu meskipun harus menempuh perjalanan jauh melintasi muara Sungai Mahakam. Ia juga menegaskan, PHM akan terus mendukung kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas yang memadai, sebagai bagian dari program pelibatan dan pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi Perusahaan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi PHM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Tujuan 4, yakni Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam pemerataan akses peningkatan kapasitas guru. “Kami percaya bahwa pendidikan yang kuat dimulai dari guru yang terus belajar. Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah operasi kami,” imbuhnya.

Program Sekolah Negeri Terapung merupakan inisiatif untuk mendukung pendidikan di wilayah perairan dan pesisir Mahakam. Program ini fokus pada penyediaan sarana pendidikan, peningkatan kompetensi guru, dan penguatan ekosistem belajar di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin