Lebihi Target, Harita Nickel Kontributor Terbesar PAD Sektor Ketenagakerjaan

Lebihi Target, Harita Nickel Kontributor Terbesar PAD Sektor Ketenagakerjaan
Penyerahan secara simbolis laporan kegiatan Roadshow Rekrutmen PT HJF kepada Kadisnaker Halmahera Selatan, Ardiani Radjiloen (tengah). Penyerahan dilakukan oleh HRGA Superintendent Agung Aribowo (kanan) mewakili manajemen Harita Nickel dan Penata III/c Kepala Bidang Penempatan & Perluasan Kesempatan Kerja, Asrul S Ibrahim, ST (kiri)

Jakarta, TAMBANG-Harita Nickel menjadi perusahaan dengan kontribusi terbesar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Halmahera Selatan dari sektor perizinan tenaga kerja. Sumbangsih tersebut malah melebihi target yang sudah direncanakan sebelumnya.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadisnaker) Pemkab Halmahera Selatan, Ardiani Radjiloen saat berkunjung ke area operasional Harita Nickel, di Site Obi, Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu (29/10).

“Saya sebagai Pemda Halsel dalam hal ini Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Harita, karena PAD kami per 21 Oktober 2022 kemarin sudah melebihi target dan kontribusi terbesar dari Harita,” kata Ardiani dalam keterangannya, Jumat (4/11).

Kadisnaker berharap kontribusi ini semakin meningkat ke depannya. Dalam kunjungan kerja ini, Harita Nickel melalui unit bisnis PT Halmahera Jaya Feronikel (PT HJF) menyerahkan laporan kegiatan road show rekrutmen tenaga kerja lokal kepada Kadisnaker.

Penyerahan secara simbolis laporan kegiatan dilakukan oleh HRGA Superintendent, Agung Aribowo, sekaligus mewakili manajemen Harita Nickel.

Seperti diketahui, road show rekrutmen yang bertujuan untuk menyerap dan merekrut lebih banyak tenaga kerja lokal ini berlangsung pada tanggal 5 hingga 11 Oktober 2022 di Desa Laiwui, Kecamatan Obi dan Kota Labuha, Halmahera Selatan.

Melalui kerja sama dengan Disnaker Halmahera Selatan, tercatat hingga September 2022 PT HJF berhasil merekrut 1.200 karyawan dan kembali menargetkan untuk merekrut  tambahan 600 tenaga kerja hingga akhir tahun. Dengan jumlah tersebut, pada tahun ini saja akan mencapai 1.800 serapan tenaga kerja baik skilled maupun non-skilled.

Tenaga kerja yang direkrut juga dipastikan benar-benar berasal dari Pulau Obi dan wilayah Halmahera Selatan. Dalam hal ini PT HJF melihat KTP para pelamar dan rekomendasi dari pemerintah desa setempat.

“Untuk kesekian kalinya, saya kembali mengucapkan terimakasih kepada PT HJF. Selama saya menjabat sebagai Kadis, sudah dua kali kegiatan (Road show Rekrutmen-red) ini dilakukan. Kami berharap, jangan sampai berhenti disini, karena saya lihat Harita (Nickel) terus membangun, tentu terus membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama tenaga kerja lokal,” beber Ardiani.

Lebih lanjut Ardiani menyatakan, dinas akan selalu membuka ruang untuk bekerja sama. “Pada intinya, pemerintah daerah dan perusahaan bekerja sesuai aturan, sehingga kedua belah pihak mampu saling mengisi dan bersinergi,” jelas Ardiani.

Menurutnya,apa yang dilakukan Harita sangat mendukung program Pencaker (Pencari kerja) yang digaungkan Pemkab Halsel untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemisikinan.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas menyatakan kontribusi Harita Nickel untuk PAD Halsel, selaras dengan visi perusahaan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan bangsa.

“Kami tentunya bertekad untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,” kata Stevi.

Kegiatan road show rekrutmen ini pun merupakan bagian dari komitmen Harita Nickel dalam mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal. Ke depannya, perusahaan akan terus dengan komitmen tersebut.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda