Lana Saria Benarkan Terjadi Kecelakaan Kerja PT PCN

Lana Saria Benarkan Terjadi Kecelakaan Kerja PT PCN
Foto: istimewa
Jakarta, TAMBANG – Kasubdit Keselamatan Pertambangan Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Lana Saria, membenarkan terjadinya kecelakaan kerja di lokasi tambang PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN), yang mengakibatkan meninggalnya pengemudi bernama Alpian Matira pada Sabtu (11/5).   “Iya benar ada kecelakaan tersebut,” ungkap Lana saat dikonfirmasi tambang.co.id, Selasa (14/5).   Lana mengungkapkan, kecelakaan ini menjadi kewenangan provinsi, sebab status PT PCN merupakan  Izin Usaha Pertambangan Penanaman Modal Daerah Nasional (IUP PMDN). Dimana izin tersebut diterbitkan oleh provinsi .   “Saya mendengar kabar ini dari teman di Kalsel (Kalimantan Selatan). Karena PT PCN ini IUP PMDN yang diterbitkan provinsi, sehingga menjadi kewenangam provinsi,” kata Lana.   Dalam keterangan yang didapatkan tambang.co.id, kecelakaan ini terjadi di jalan coal hauling PT Tunas Inti Abadi (TIA). Menurut informasi yang beredar, pada pukul 12. 43 WITA Korban pengemudi yang mengendarai dump truck AKBP 026 mengantar ratase Ke-39, ketika memasuki tikungan ke kanan di KM 09.800 jalur muatan, terlihat kehilangan keseimbangan lalu rebah. Kendaraan terseret sekitar 17,1 meter dari titik awal lokasi kejadian.   Kecelakaan ini diketahui oleh pengemudi dump truck lainnnya, Muhammad, pada pukul 12.50 WITA yang melihat korban pengemudi Alpian masih berada di dalam kabin.   Meski sempat mendapatkan pertolongan dan dievakuasi dengan ambulans PT TIA menuju Klinik Permata Bunda. Namun nyawa korban pengemudi tidak tertolong dalam perjalanan. Dikabarkan, korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri.   Kecelakaan itu, juga mengakibatkan muatan batu bara tumpah dan kerusakan di kaca kabin bagian depan dan kiri. Petugas dari PCN pun langsung melakukan barikade dan pengamanan di lokasi kejadian, melakukan penghentian aktifitas coal hauling, dan  melakukan investigasi internal.    

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda