Lampaui Target, Produksi Batu Bara RI Tembus 790 Juta Ton pada 2025

Lampaui Target, Produksi Batu Bara RI Tembus 790 Juta Ton pada 2025

Jakarta, TAMBANG – Produksi batu bara Indonesia tercatat mencapai 790 juta ton pada 2025. Realisasi ini telah melampaui target yang ditetapkan, yakni sebesar 739,56 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 254 juta ton terserap untuk kebutuhan domestik, 514 juta ton dialokasikan untuk ekspor, dan sisanya sekitar 22 juta ton digunakan sebagai stok.

“Total produksi batu bara kita di tahun 2025 sebesar 790 juta ton. Di mana ekspor kita 65,1 persen dan domestik 32 persen,” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1).

Ia menegaskan bahwa realisasi kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) batu bara telah tercapai sepenuhnya. “Untuk DMO, alhamdulillah semua tercapai,” beber Bahlil.

Bahlil kemudian menyampaikan bahwa dalam perdagangan global, total volume batu bara dunia tercatat sekitar 1,3 miliar ton. Dari jumlah tersebut, Indonesia berkontribusi memasok sekitar 514 juta ton.

“Nah, teman-teman kan tahu bahwa batubara yang diperdagangkan di global itu kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton. Nah, dari 1,3 miliar ton itu, Indonesia menyuplai 514 juta ton,” imbuhnya.

Sebagai perbandingan, pada 2024 Indonesia memproduksi batu bara sebesar 836 juta metrik ton, meningkat 17,8 persen dari target sebesar 710 juta metrik ton. Capaian tersebut sekaligus memecahkan rekor produksi sebelumnya yang tercatat sebesar 775 juta metrik ton.

Rencananya, Kementerian ESDM akan menurunkan target produksi batu bara pada 2026 ke kisaran sekitar 600 juta ton.

“Jadi produksi kita akan turunkan. Supaya harga bagus dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber di alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin