Laju Rupiah Tertahan di Rp13.390 per USD

Laju Rupiah Tertahan di Rp13.390 per USD
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – Laju Rupiah mengakhiri pekan sebelum libur dengan pelemahan. Tampaknya pelaku pasar mencoba mengamankan posisi untuk antisipasi kondisi selama libur Lebaran. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp13.930 dan resisten Rp13.914 per USD.     Binaartha Institutional Research, pada Rabu (20/6), menuliskan Di, pergerakan USD dan JPY juga sedang mengalami kenaikan seiring permintaan kedua mata uang tersebut yang sedang tinggi. Adanya pertemuan G-7 yang memicu kekhawatiran membuat permintaan atas mata uang safe haven meningkat setelah adanya twitter Presiden Trump, yang menyerang pemimpin Kanada dan Uni Eropa sehingga berimbas pada pergerakan Rupiah yang kian terdepresiasi.   Pasca sentimen pertemuan G-7 telah usai, kini Rupiah dihadapkan pada sentimen potensi kembali terjadinya perang dagang antara AS dan China, setelah AS berencana mengenakan tarif 10 persen terhadap sejumlah barang-barang impor Tiongkok senilai USD200 miliar sebagai lanjutan dari pengenaan barang-barang impor China senilai USD50 miliar.   Permintaan akan sejumlah mata uang safe haven diperkirakan akan kembali meningkat sehingga dikhawatirkan Rupiah akan cenderung kembali tertekan. Waspadai jika potensi pelemahan kembali terjadi.    

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin