KPC Raih Dua Penghargaan Platinum Indonesian SDGs Awards 2025

KPC
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG — PT Kaltim Prima Coal (KPC) berhasil meraih dua penghargaan Platinum pada ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penganugerahan ISDA 2025 yang diselenggarakan pada 17 Desember 2025 di Birawa Hall, Bidakara Hotel, Jakarta, oleh perwakilan Badan Standardisasi Nasional serta Komite Ahli dan Komite Penilai ISDA.

Pada ajang ini, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini meraih penghargaan Platinum untuk SDGs 4.3 dan SDGs 4.a (Social Pillar)atas komitmen dan implementasi berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan akses pembelajaran di Kabupaten Kutai Timur. Selain itu, mitra binaan KUKM KPC, Surtini Eka Saputri, juga meraih penghargaan The Best Practitioner on SDGs.

Head of Corporate Communications, Ricco Suryamenyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang KPC dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya melalui pengembangan infrastruktur pendidikan, penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran, serta program peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

Sejak 2012 hingga 2024, KPC secara konsisten menjalankan program pengembangan pendidikan di wilayah ring 1 operasional perusahaan, yang meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon.

“Upaya ini menyasar sekolah formal dan nonformal, termasuk sekolah bagi anak penyandang disabilitas, anak putus sekolah, serta madrasah, sebagai bagian dari pendekatan pembangunan yang inklusif,” ungkap  dia dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (31/12).

Sepanjang periode 2012–2024, sebanyak 53 sekolah telah menerima bantuan, yang terdiri dari 38 sekolah untuk pembangunan infrastruktur dan 15 sekolah untuk penyediaan fasilitas penunjang.

Selain sektor pendidikan, KPC juga menjalankan Program Apprentice Welder sejak 2022, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga pelatihan kerja, untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil sesuai standar industri. Program ini telah melibatkan 44 peserta, dengan 86% lulusan telah terserap ke dunia kerja, serta mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat yang mencapai kategori “Sangat Baik”.

“Penghargaan ini memperkuat posisi KPC dan BUMI sebagai pelaku industri yang tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan pembangunan sosial yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin