Kotak Hitam Dunia Geologi

Kotak Hitam Dunia Geologi
Repro Majalah TAMBANG edisi 95/Mei 2013 dan historyandiegacy-kebumen.blogspot.com
BARISAN pohon pinus menghiasi Karangsambung, kawasan kapur sekitar 20 km dari Kota Kebumen, Jawa Tengah. Rindangnya pepohonan menyejukkan kawasan ini. di balik indahnya panorama alam ini terdapat nilai sejarah geologi yang dahsyat.
Repro Majalah TAMBANG edisi 95/Mei 2013 dan totokaryanto.wordpress.org
  Kondisi alam dan bebatuan di Karangsambung menunjukkan sejarah pembentukkan dan perkembangan geologi, serta kedinamikaan planet bumi. Itu yang membuat para mahasiswa ilmu kebumian di Yogyakarta, Bandung, Semarang dan kota lain di Jawa, bahkan hingga Prancis, Jepang, Amerika Serikat (AS) rajin berkunjung ke Karangsambung.   Ketenaran Karangsambung berawal dari gagasan ahli geologi terkemuka, Prof. Dr. Ir. Sukendar Asikin, Ph.D pada 1964. Ia berhasrat membuat sebuah laboratorium geologi  alam. Enam tahun sebelumnya Sukendar mengikuti kursus geologi lapangan  di Rocky Mountain, AS. Ia menikmati peralatan laboratorium yang begitu lengkap, termasuk obyek penelitiannya.   Ide itu disampaikan Sukendar ke sahabatnya, Prof. Dr. John Ario Katili, pemimpin Lembaga Geologi dan Pertambangan Nasional, yang langsung menyetujuinya. Mereka berkeliling mencari lokasi yang terbaik guna membangun laboratorium alam geologi.   Seluruh wilayah belahan bumi Nusantara mereka kelilingi, daerah yang terjal pun dihadapi. Mulai dari berjalan kaki hingga mengunakan kuda untuk menjangkau lokasi yang cocok. Dari perjalanannya, ada beberapa lokasi yang cukup baik untuk dibangun laboratorium alam geologi, yakni di Singkarak, Sumatera Utara (Sumut). Kemudian Padalarang, Ciletuh di Jawa Barat (Jabar). Serta di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng).   Sukandar Asikin dan John Ario Katili-belakangan menjadi guru besar ITB-memutuskan membangun laboratorium alam geologi di Karangsambung, karena variasi struktur dan jenis batuan di kawasan yang relatif tidak luas.   Batu-batuan yang tersebar di sejumlah tempat seperti areal pesawahan, tepi jalan, bebukitan, tepi sungai, diprediksi merupakan batuan hasil pertemuan samudra dan benua sekitar 65-120 juta tahun lalu. Di lokasi ini terdapat batu gamping dengan fosil berupa foraminifera besar, ganggang merah, ganggang hijau. Ditemukan juga pecahan-pecahan kuarsa, rijang dan bantuan metamorf.   Ada sekitar 30 situs geologi yang berada di kawasan cagar alam geologi sekitar 22.000 hektar ini. Sukendar Asikin dan Joh Ario Katili beserta ahli geologi lainnya, melakukan penelitian lebih lanjut.   Daerah ini ternyata pernah menjadi batas lempeng konvergen berupa jalur subduksi pada zaman kapur yang berlanjut hingga pegunungan Meratus, Kalimantan. Lahirnya teori tektonik lempeng dari kawasan ini.   Wajar jika kemudian kawasan ini disebut sebagai kotak hitam bagi segala proses alam semesta. Di samping memiliki bentangan alam yang sangat indah, juga memiliki fenomena alam geologi yang unik, langka dan menarik.   Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kini mengelola kawasan ini dengan bendera Balai Informasi dan Konservasi Kebumian. Laboratorium alam geologi ini memiliki fasilitas pendukung berupa tempat penginapan seperti asrama, perpustakaan, dan bengkel kerja kerajinan batu mulia.   Prof. Sukendar Asikin, telah wafat pada Maret 2013 di RS Santo Yosef Bandung. Sedangkan Prof. John Aria Katili wafat lebih dahulu, pada 2009. Tapi peninggalannya, situs Karangsambung tetap abadi. Pada 2006 silam,  Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat Presiden RI, telah meresmikan Karangsambung sebagai cagar alam geologi di Indonesia. (Sumber: Majalah TAMBANG, edisi 95/Mei 2013)

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin