Medi, Korban Tambang Longsor di Palaran, Meninggal Dunia

Medi, Korban Tambang Longsor di Palaran, Meninggal Dunia
ilustrasi
SAMARINDA, TAMBANG. KORBAN yang tertimbun longsor di lahan tambang batu bara milik PT Mitra Indah Lestari  akhirnya ditemukan. Korban bernama Medi (29), yang merupakan operator ekscavator.   Medi ditemukan meninggal dunia tertimbun tanah longsoran di dalam kabin bersama  alat berat yang dikemudikannya.   Petugas menemukan jasad korban pada Selasa 8 Maret 2016, sekitar pukul 18.00. setelah melakukan upaya penggalian. Kecelakaan kerja ini di perusahaan pertambangan batu bara Informasi yang dihimpun KlikSamarinda di lapangan, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Medi yang sedang berada di dalam kabin ekscavator sempat menghubungi karyawan PT Mitra Indah lainnya lewat alat komunikasi HT.   “Dia (Medi) sempat meminta bantuan. Dia bilang “tolong kami, udara sudah mau habis”,” ujar Murtalib (40) teman korban, yang juga bekerja sebagai operator ekscavator.   Tiga unit ekscavator dan satu unit buldozer dikerahkan menggali tanah guna menemukan Medi yang masih tertimbun.   Saat upaya penggalian, aparat kepolisian menjaga ketat lokasi kejadian.   Dua karyawan PT Mitra Indah Lestari (MIL) tertimbun longsor ketika sedang menggali tanah di lokasi pertambangan Jalan Peti Kemas, PT Energi Cahaya Industri (PT ECI), Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin