KOMBERS KCMI Gelar CPI Forum 2026, Soroti Peran Competent Person dalam Pengelolaan Mineral Kritis dan REE

KOMBERS KCMI Gelar CPI Forum 2026, Soroti Peran Competent Person dalam Pengelolaan Mineral Kritis dan REE
Dokumentasi: TAMBANG.

Jakarta, TAMBANG – Komite Bersama Cadangan Mineral Indonesia (KOMBERS KCMI) menggelar CPI Forum 2026 pada Kamis (17/9/2026) di Aula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Gedung D, Senayan, Jakarta.

Mengusung tema “Critical Minerals & REE: CPI's Role in Strengthening Indonesia's Strategic Industries”, forum tahunan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait pengelolaan mineral kritis (critical minerals) dan logam tanah jarang (rare earth elements/REE).

Pembahasan mengenai kedua kelompok mineral tersebut dinilai semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk pengembangan industri strategis nasional. Dalam konteks tersebut, keberadaan Competent Person Indonesia (CPI) menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas dan kredibilitas informasi mengenai sumber daya serta cadangan mineral dan batubara.

KOMBERS KCMI merupakan wadah kolaborasi antara Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Organisasi ini juga merupakan anggota resmi Committee for Mineral Reserves International Reporting Standards (CRIRSCO), organisasi internasional yang berkaitan dengan standar pelaporan sumber daya dan cadangan mineral.

Melalui keanggotaan tersebut, KOMBERS KCMI berperan dalam penerbitan dan implementasi Kode KCMI, sekaligus melakukan pembinaan terhadap CPI di Indonesia.

Ketua KOMBERS KCMI, Robby Irfan Rafianto, bersama Ketua Panitia CPI Forum 2026, Oky B Wijayanto, menekankan pentingnya peran CPI dalam menjaga integritas pelaporan sektor pertambangan.

CPI memiliki tanggung jawab dalam memastikan proses estimasi dan pelaporan sumber daya serta cadangan mineral dan batubara dilakukan dengan mengedepankan aspek integritas, etika, dan profesionalisme.

Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika informasi mengenai sumber daya dan cadangan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnis, investasi maupun pengembangan industri berbasis mineral.

Forum CPI 2026 juga menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk membahas tantangan tata kelola mineral kritis dan REE di Indonesia. Kedua komoditas tersebut memiliki posisi strategis dalam pengembangan berbagai industri, sehingga membutuhkan basis data sumber daya dan cadangan yang kredibel.

KOMBERS KCMI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memperkuat tata kelola sektor pertambangan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan standar pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan serta peningkatan kapasitas dan profesionalisme para CPI.

Dengan demikian, penguatan peran CPI diharapkan dapat mendukung tersedianya informasi sumber daya dan cadangan mineral yang berkualitas, sekaligus menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan industri strategis Indonesia secara berkelanjutan.

Artikel Terkait

XCMG Indonesia Bangun Pusat Re-manufaktur di Balikpapan, Perkuat Fondasi Ranti Nilai Di Indonesia

XCMG Indonesia Bangun Pusat Re-manufaktur di Balikpapan, Perkuat Fondasi Ranti Nilai Di Indonesia

Jakarta,TAMBANG,-Seremonial Peletakan Batu Pertama Pusat Re-manufaktur XCMG Indonesia digelar di Balikpapan, Indonesia. Fasilitas ini akan dijadikan sebagai pusat overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama XCMG di luar negeri. Kegiatan peletakan batu secara simbolis tersebut tidak hanya menandai dimulainya pembangunan pusat layanan purnajual yang mencakup seluruh masa

By Egenius Soda