Kinerja Moncer 2025, ITM Produksi Batu Bara 21,2 Juta Ton dan Penjualan 24,7 Juta Ton

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) berhasil mencatatkan produksi batu bara sebesar 21,2 juta ton sepanjang tahun 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Moncer 2025, ITM Produksi Batu Bara 21,2 Juta Ton dan Penjualan 24,7 Juta Ton
Sumber: ITM.

Jakarta, TAMBANG โ€“ PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) berhasil mencatatkan produksi batu bara sebesar 21,2 juta ton sepanjang tahun 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

โ€œPada periode tahun 2025, ITM berhasil mencatatkan total produksi batubara sebesar 21,2 juta ton, atau tumbuh sebesar 5% dari tahun sebelumnya,โ€ demikian disampaikan Manajemen dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).

Kenaikan juga terjadi pada volume penjualan. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil membukukan penjualan batu bara sebesar 24,7 juta ton, atau naik 3% dibandingkan tahun lalu.

โ€œSelaras dengan itu, Perusahaan juga mencatatkan kinerja positif pada volume penjualan yang mencapai 24,7 juta ton, atau meningkat sebesar 3%,โ€ imbuh keterangan tersebut.

Di sisi lain, pendapatan perusahaan tercatat turun sebesar 18% dari tahun sebelumnya, atau menjadi USD 1.881 juta, yang disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata (ASP) batubara ITM. Laba kotor Perusahaan tercatat sebesar USD 483 juta dan marjin laba kotor sebesar 26%. Sementara itu, laba bersih Perusahaan pada periode tahun 2025 tercatat sebesar USD 195 juta.

Dengan peningkatan efisiensi dan pengendalian biaya yang disiplin, serta peningkatan akurasi perencanaan tambang, ITM mampu untuk mempertahankan neraca keuangan yang sehat.

Pada akhir Desember 2025, total aset Perusahaan tercatat stabil pada angka USD 2.406 juta, dengan total ekuitas sebesar USD 1.908 juta. Posisi kas dan setara pada periode akhir Desember 2025 tercatat sebesar USD 808 juta, yang mewakili 34% dari total aset Perusahaan.

Sebagai perusahaan pertambangan batubara dengan fasilitas logistik yang terintegrasi, serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan batubara dengan ragam spesifikasi yang luas, ITM mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan sebagai mitra yang dapat diandalkan.

Sepanjang tahun 2025, ITM melakukan penjualan batubara ke pelanggan di berbagai negara termasuk Indonesia (22%), Tiongkok (34%), Jepang (18%), India (9%), Filipina (4%) dan sejumlah negara lain di wilayah Asia Pasifik.

Untuk kuartal I tahun 2026, Perusahaan menargetkan total volume produksi sebesar 5.1 juta ton, dan total volume penjualan sebesar 6.8 juta ton.

Penguatan Bisnis Inti dan Melanjutkan Transformasi Terukur

Pada tahun 2025, strategi Perusahaan difokuskan pada penguatan ketahanan operasional dan disiplin biaya di seluruh kegiatan pertambangan, dan pembangunan fondasi yang solid bagi pengembangan bisnis jangka panjang.

Salah satu fokus pengembangan pada operasional bisnis inti adalah penguatan berkelanjutan klaster Melak melalui struktur manajemen integrasi sejumlah tambang Perusahaan yang menciptakan pemanfaatan bersama sumberdaya dan infrastruktur, dan efisiensi organisasi. Penerapan strategi ini akan berkontribusi terhadap pelaksanaan operasional yang lebih konsisten serta pengawasan yang lebih efektif atas seluruh aktivitas pertambangan.

Di luar operasi inti batubara, tahun 2025 juga menjadi fase lanjutan dari diversifikasi yang terukur dan selaras dengan agenda transisi energi yang bertanggung jawab. Pada segmen energi terbarukan, Perusahaan melanjutkan pengembangan portofolio pembangkit listrik tenaga surya melalui proyek atap (rooftop) dan pembangkit surya berskala utilitas (solar farm).

Hingga akhir tahun 2025, total kapasitas operasional entitas anak energi terbarukan ITM mencapai 63,7 MWp, mencerminkan kemajuan yang konsisten yang didukung oleh portofolio proyek berkontrak yang telah dikembangkan sejak tahun 2021.

Tahun 2025 juga menandai langkah awal Perusahaan di sektor mineral strategis melalui akuisisi kepemilikan minoritas PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP, BEI: NICE), sebuah perusahaan pertambangan nikel yang tercatat di bursa.

Investasi ini merupakan upaya awal yang terukur untuk memperoleh eksposur terhadap mineral yang semakin relevan dalam konteks transisi energi global, dengan tetap menerapkan pendekatan diversifikasi yang berhati-hati dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ITM menorehkan sejumlah capaian baik yang merefleksikan komitmen dan kesungguhan Perusahaan dalam menerapkan Praktik Pertambangan yang Baik serta Prinsip Keberlanjutan di seluruh operasional Perusahaan.

Pada bulan Juni 2025, ITM menyerahkan fasilitas inti dan pengelolaan Pusat Pembibitan Mentawir yang memiliki kapasitas hingga 15 juta bibit per tahun. Komitmen Perusahaan terhadap keberlanjutan juga direalisasikan melalui penanaman pohon dalam rangka rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Hingga 31 Desember 2025, ITM telah menyerahkan kembali 27.600 Ha lahan DAS yang telah direhabilitasi.

Pengakuan terhadap komitmen ESG Perusahaan juga datang dari berbagai lembaga eksternal termasuk lembaga pemeringkat internasional Sustainalytics yang menempatkan ITM pada peringkat pertama di antara perusahaan sejenis di sub-industri batubara, baik di Indonesia maupun secara global.

Perusahaan juga merealisasikan sejumlah langkah inisiatif terkait pemegang saham termasuk dengan keputusan pembelian kembali saham (share buyback) yang mencerminkan kepercayaan Perusahaan terhadap nilai fundamental dan prospek jangka panjangnya, sekaligus memberikan pengembalian yang lebih baik kepada para pemegang saham, serta mendistribusikan interim dividen sebesar USD 50 juta pada bulan November 2025.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG โ€“ PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG โ€“ Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG โ€” PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG โ€“ Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin