Keterlibatan Asing di Program 35 Ribu MW Tak Bisa Dihindari

pembangkit listrik

Jakarta-TAMBANG. Pemerintah terus menggenjot segala upaya untuk merealisasikan secepat mungkin program pembangunan pembangkit 35 ribu MW dalam lima tahun ke depan. Bahkan pasca pertemuan terakhir dengan perusahaan swasta (IPP), pemerintah merevisi keterlibatan swasta dalam program itu sebesar 30 ribu MW, sementara sisanya akan ditangani PT PLN(Persero).

Atas putusan itu banyak pihak akhirnya bertanya berapa prosentase keterlibatan investor asing di program itu. Campur tangan asing ditakutkan akan mengambil kedaulatan negara atas penguasaan infrastruktur listrik di dalam negeri. Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembanguan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN), Agung Wicaksono mengatakan keterlibatan asing tidak dapat dihindari.

Dia juga tidak bisa memastikan berapa prosentase penguasaan investor asing dalam progam 35 ribu MW. Pendekatan yang dipakai pemerintah menurutnya adalah proyek mana yang signifikan dan besar, maka perusahaan yang masuk harus yang secara finansial dan teknis cukup kredibel meskipun itu asing. Namun menurutnya perusahaan nasional tetap harus dilibatkan dan memegang kontrol secara penuh.

โ€œDalam pelaksanaannya, seperti PLTU Batang, investor asing tidak bisa mengerjakan sendiri, pasti selalu dengan perusahaan nasional. Mereka harus memastikan ada transfer teknologi, kedua ada keterlibatan komponen dan tenaga kerja Indonesia secara optimal,โ€ kata Agung kepada Majalah TAMBANG, Senin (21/9).

Agung mengakui kasus yang terjadi pada PLTU di Buleleng, Bali kemarin sebagai pelajaran besar. Peresmian proyek itu sempat menarik perhatian lantaran hampir semua pekerja dan komponen PLTU berasal dari Cina, bahkan bahasa yang dipakai dalam upacara peresmian menggunakan bahasa Cina.

โ€œNah seperti itu yang kami ingin perbaiki dan hindari. Kita tidak bisa menafikan bahwa pada proyek besar keterlibatan asing itu ada namun yang terpenting adalah memastikan rekan kerja dari perusahaan lokal berperan besar,โ€ ungkapnya.

Dari 35 ribu MW, hingga Desember 2015, PLN punya target menyelesaikan PPA dan konstruksi mencapai 13.497 MW. Semua target ini, kata Agung signifikan dan sudah dilaporkan PLN kepada UP3KN. โ€œUntuk menentukan apakah 35 ribu MW bisa tepat waktu atau tidak, salah satunya ditentukan oleh kemajuan proyek ini.โ€

Artikel Terkait

Program Si Jame Perkuat Rantai Pasok Jahe Merah dan Buka Akses Pasar Petani Binaan CSR PAMA Indo

Program Si Jame Perkuat Rantai Pasok Jahe Merah dan Buka Akses Pasar Petani Binaan CSR PAMA Indo

Kutai Timur, TAMBANG โ€“ PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site INDO bersama Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) PAMA Bessai Berinta mengembangkan Program Sinergi Jahe Merah (Si Jame) untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani. Melalui program CSR yang dimulai sejak 2025 ini, PAMA mendampingi petani di Desa Suka Rahmat,

By Rian Wahyuddin
Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG โ€” PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin