Beranda ENERGI Energi Terbarukan KESDM Akan Kirim 100 Partiot Energi Ke Desa Terluar

KESDM Akan Kirim 100 Partiot Energi Ke Desa Terluar

POTENSI MIKROHIDRO-Seorang warga mengecek mikrohidro yang berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), beberapa waktu lalu. Tahun 2009 ini, Banyumas bakal mengembangkan enam unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro di beberapa kecamatan untuk menunjang desa yang belum terjangkau PLN. Foto LILIEK DHARMAWAN

Jakarta,TAMBANG, Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM akan kembali mengidupkan program Partriot Energi. Dalam program ini, Pemerintah akan mengirim 100 generasi mudah untuk mendampingi masyarakat di desa-desa secara khusus desa 4T yakni Terdepan, Terluar, Tertinggal dan Wilayah Transmigrasi.

Anak-anak muda ini akan membantu membuka akses listrik bagi desa – desa di Indonesia yang belum teraliri listrik melalui optimalisasi penggunaan Energi Baru Terbarukan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan langkah ini sebagai dukungan atas upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi desa. “Kami memberikan kesempatan kepada generasi muda yang berjiwa sosial, aktif, cerdas, bersemangat dan memiliki motivasi untuk berpartisipasi dan terlibat langsung dalam pengembangannya,” ungkap Dadan saat acara Launching Program Patriot Energi pada Jumat (18/6).

Dadan berharap kehadiran patriot energi mampu mendorong pertumbuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis energi primer setempat. “Program serupa juga sudah pernah dilaksanakan oleh Ditjen EBTKE bekerja sama dengan Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) pada tahun 2015 dan 2016,” jelasnya.

Saat itu, sekitar 200 orang mendapatkan pendidikan dan pelatihan oleh Kementerian ESDM untuk meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat di bidang pemanfaatan EBT. “Pertimbangan kami untuk melaksanakan kembali program Patriot Energi adalah pertama masih adanya rumah tangga yang belum berlistrik dan atau sudah berlistrik namun menyala kurang dari 12 jam,” ungkap Dadan.

Di samping itu, masih terdapat 433 desa yang gelap gulita dan 5.231 desa yang berlistrik swadaya bukan dari PLN dengan kualitas yang kurang memadai, serta terdapat 5.200 unit Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih dioperasikan oleh PLN yang direncanakan akan dikonversi pembangkit EBT.

Pertimbangan lain adalah program lampu tenaga surya hemat energi yang dilaksanakan 2016 sampai 2018 telah habis masa pakainya. Kemudian, beberapa proyek infrastruktur EBT yang dibangun oleh APBN belum semuanya diserahterimakan kepada Pemda dan ada berapa yang rusak.

“Perlu direvitalisasi dan juga ada rencana kegiatan-kegiatan percepatan dari penyediaan listrik ke masyarakat di tahun 2021. Ini memerlukan pendampingan kepada masyarakat untuk menjelaskan cara pemakaian termasuk pengelolaannya. Penyelesaian kondisi tersebut akan sangat terbantu apabila program Patriot Energi dapat dilaksanakan kembali,” pungkas Dadan.