Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sulit Dihindari, Pelemahan Rupiah Jadi Tantangan

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green dinilai sulit dihindari dan sesuai dengan mekanisme penyesuaian harga yang berlaku.

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sulit Dihindari, Pelemahan Rupiah Jadi Tantangan
Ilustrasi. Sumber: PT Pertamina Persero.

Jakarta, TAMBANG โ€“ Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green dinilai sebagai langkah yang sulit dihindari di tengah dinamika pasar energi global dan telah sesuai dengan mekanisme penyesuaian harga yang berlaku.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Olo Berto Siahaan mengatakan Pertamax dan Pertamax Green sebagai BBM nonsubsidi pada prinsipnya berbeda dengan jenis BBM yang mendapatkan penugasan dan subsidi dari pemerintah, seperti Pertalite dan Biosolar. Karena itu, penetapan harganya perlu mengacu pada kondisi keekonomian dan formula yang berlaku.

โ€œPenyesuaian harga Pertamax pada dasarnya harus dilakukan oleh Pertamina, karena beban menahan harga Pertamax yang tidak termasuk JBKP/JBT (Jenis BBM Khusus Penugasan-Jenis BBM Tertentu-red) seperti Pertalite dan Biosolar, tidak ada landasan hukum yang kedepannya dapat menjadi potensi kerugian negara,โ€ ujar Olo Berto kepada TAMBANG, Rabu (10/6).

Menurutnya, penyesuaian harga menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat.

Selain faktor harga minyak dan produk BBM di pasar internasional, dia menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap biaya pengadaan energi.

โ€œDengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD juga berpotensi menambah berat beban Pertamina dalam menyuplai pasokan BBM,โ€ imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan setelah melalui proses evaluasi dan mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG โ€“ PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG โ€“ Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG โ€” PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG โ€“ Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin