Kemenparekraf Dukung PT Vale Jadi Akselerator UMKM

Kemenparekraf Dukung PT Vale Jadi Akselerator UMKM
Jakarta, TAMBANG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ikut berkolaborasi pada program Rembuk UMKM, yang sebelumnya telah dijalankan oleh PT Vale tBK (Vale) bersama para mitranya. Dalam kegiatan ini, Kemenparekraf juga memberikan motivasi dan pelatihan kepada kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT Vale. Kegiatan berlangsung Kamis (2/3) di ruang serbaguna Otuno, Sorowako. Ketua Pokja Desa Kreatif Kemenparekraf Romi Astuti mengatakan, PT Vale mampu menjadi akselerator untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Luwu Timur (Lutim), khususnya untuk mendorong lahirnya UMKM dengan produk dan brand sendiri. “Selama ini PT Vale sering melakukan pelatihan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Lutim, tapi ini masih pada level UMKM. Saya percaya PT Vale mampu berkontribusi lebih dari itu, mengakselerasi kenaikan kelas pelaku UMKM menjadi sebuah perusahaan yang memiliki produk yang unggul sebagai sebuah brand sendiri,” kata Romi. Untuk mewujudkan itu, Kemenparekraf mengusulkan agar PT Vale menyusun strategi pengembangan untuk 104 pelaku UMKM binaannya, dimulai dengan memetakan pelaku UMKM yang sudah mandiri, menengah dan pemula. Menurutnya pelaku UMKM yang sudah mandiri harus segera dibangunkan brand sendiri. “Sementara, pelaku UMKM yang masih pada level menengah dan pemula, terus dilakukan pembinaan, agar bisa menjadi pelaku UMKM yang mandiri. Selain itu, PT Vale juga bisa membantu menyediakan alat pengemasan di Lutim, agar pelaku UMKM bisa menekan biaya pengemasan dan meningkatkan pendapatan,” katanya. Salah satu pelaku UMKM Rosa Nurdianti yang sudah tiga tahun terdaftar sebagai pelaku UMKM binaan PT Vale, merasakan manfaat yang besar setelah dibina oleh PT Vale. Dia menceritakan bahwa awal mula menggeluti dunia UMKM, sangat canggung dan tidak percaya diri untuk memasarkan produknya. “Tetapi PT Vale hadir memberikan motivasi, mengajarkan cara-cara untuk memasarkan produk hingga memberikan pelatihan. Saya pun semakin percaya diri untuk terus membuat produk dan memasarkannya,” katanya mengenang. Usaha Rosa terus berkembang hingga mencapai omset Rp20 juta per bulan saat ini, dengan dua orang karyawan yang mendukung produksinya. “Pendampingan PT Vale tidak hanya sampai di situ, PT Vale juga membantu mendaftarkan produk saya ke BPOM,” ujarnya. Direktur External PT Vale Indonesia, Endra Kusuma mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai PT Vale, yaitu hadir untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik, bersama. “Salah satu tujuan dari program kami adalah kemandirian ekonomi. Tujuannya agar pada saat PT Vale sudah tidak ada, masyarakat sudah sejahtera atau mandiri. Karena kita tahu SDA akan habis, sementara SDM tidak akan habis, malahan akan tumbuh dan berkembang,” kata Endra. Endra menyatakan, kontribusi pembangunan di Lutim saat ini masih ditopang oleh sektor pertambangan sebesar 44 persen, kemudian sektor pertanian 24 persen, dan terakhir UMKM. “Sehingga tantangan ke depannya adalah bagaimana agar pelaku UMKM bisa semakin bertambah, dan mendorong mereka agar bisa mandiri. Tentunya dengan pembinaan dan pendampingan yang terus kami lakukan,” ujarnya. Endra menegaskan bahwa PT Vale akan terus membantu pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Bukan hanya sekitar Lutim, akan tetapi sampai ke mancanegara. “Salah satu mimpi saya adalah untuk memiliki stand di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, agar produk UMKM dari Lutim bisa dipamerkan di sana. Itu akan menjadi langkah besar agar produk UMKM dari Lutim bisa dikenal. Untuk mewujudkannya, kami sedang berupaya membangun kolaborasi bersama PT Angkasa Pura untuk mendapatkan satu tempat di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memasarkan produk UMKM kita,” kata Endra.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin