Kembangkan Kawasan Wisata Laa Waa River Park, VALE Serahkan Gedung Aula 

Kembangkan Kawasan Wisata Laa Waa River Park, VALE Serahkan Gedung Aula 
Potret Aula Wisata Laa Waa River Park
Jakarta, TAMBANG – Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM), PT Vale Indonesia Tbk (VALE) menyerahkan gedung wisata untuk mendukung pengembangan wisata Laa Waa River Park. Penyerahan aula dilaksanakan pada Sabtu 6 Mei lalu. Laa Waa River Park yang berada di Desa Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan tersebut merupakan salah satu kontribusi yang dihadirkan oleh PT Vale sejak 2022. Bupati Luwu Timur, Budiman menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Vale dalam membantu program Pemkab Luwu Timur, salah satunya sektor pariwisata. Budiman mengatakan, kolaborasi antara PT Vale, Pemkab dan masyarakat dalam membangun ekowisata di Lutim dapat terus berlanjut. Sehingga, tidak hanya dari sektor pertambangan yang menunjang perekonomian tetapi ada dari sektor lain khususnya sektor pariwisata. “Saya berterima kasih kepada PT Vale yang telah memberikan anggaran ratusan juta untuk pengembangan objek wisata ini. Saya berharap PT Vale terus memberikan bantuan, karena tempat ini menjadi destinasi yang sangat baik bagi masyarakat,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Senini (8/5). Menurut Budiman, apa yang dilakukan PT Vale tentunya memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, pihaknya berharap pengelolaan destinasi wisata Laa Waa River Park dapat dimaksimalkan dengan membuat master plan untuk membuat tempat ini menjadi lebih baik dan lebih menarik para wisatawan. Sejak dirintis pada 2020, PT Vale aktif memberikan bantuan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) untuk pengembangan Laa Waa River Park. Direktur External Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma menjelaskan, sebelum bantuan berupa gedung aula, ada beberapa dukungan yang telah diberikan PT Vale untuk pengembangan Laa Waa, seperti pembangunan dermaga Laa Waa, serta fasilitas pendukung wisata air seperti speed boat, banana boat, life jacket, perahu karet, donat boat, sepeda air, dan tenda. Selain itu, PT Vale juga memberikan dukungan dalam hal peningkatan kapasitas pengelolaan Laa Waa, melalui pelatihan basic safety and rescue oleh Tim FES PT Vale, serta bimbingan teknis untuk kelompok UMKM dan herbal Desa Matano. “Total dukungan program PKPM di kawasan ini yang ditempatkan sebagai aset Laa Waa River Park sebagaimana telah ditetapkan melalui Musyawarah Antar Desa (MAD) dan kemitraan strategis berkisar Rp500 juta sepanjang tahun 2018-2022. Diharapkan kepada pengelola agar fasilitas yang ada sekarang ini bisa dirawat dan dijaga dengan baik,” jelas Endra Kusuma. Endra menuturkan, sejak awal PT Vale berkomitmen dalam pengembangan potensi wisata di sekitar lokasi operasi tambang. “Kita akan buktikan bahwa pariwisata juga dapat berkembang beriringan dengan pertambangan. Biasanya pariwisata baru bisa berkembang ketika pertambangan sudah tidak beroperasi,” tuturnya. PT Vale juga berharap, Laa Waa River Park ini tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata, rekreasi, dan ruang publik, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi masyarakat dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. “Kami juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM yang terlibat pada objek wisata ini, agar mereka bisa memasarkan produknya dengan baik kepada pengunjung,” jelasnya. Ketua Pengelola Wisata Matano Iniaku Hamsal Wahid mengungkapkan, setiap tahun wisatawan yang datang semakin bertambah. Jika sebelumnya pengunjung datang hanya pada sabtu minggu, namun saat ini, sudah setiap hari selalu ada pengunjung. Puncaknya, saat libur lebaran 1444 Hijriah kemarin. Katanya, dalam sehari pengunjung yang datang dapat mencapai 500 hingga 600 orang. “Jadi, total pengunjung yang datang pasca lebaran sudah mencapai ribuan orang,” katanya. Destinasi wisata ini pun berdampak pada pendapatan masyarakat setempat khususnya pelaku UMKM. Menurut Hamsal, rata-rata pelaku UMKM memperoleh omset hingga Rp3 juta dalam sehari ketika sedang ramai pengunjung, sementara ketika sepi pengunjung omset hanya ratusan ribu per hari. “Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Vale dan pemerintah, yang telah membantu mengembangkan wisata Laa Waa River Park ini. Ke depannya kami akan membuat pengunjung lebih nyaman ketika datang ke sini, seperti menjaga kebersihan dan menata lokasi ini agar lebih menarik,” jelasnya. Laa Waa River Park ini terletak di Desa Wisata Matano dan berhasil menyabet Juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 kategori Kelembagaan Desa Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkat kolaborasi antara PT Vale, Pemda dan masyarakat. Turut hadir dalam acara ini Senior Manager Social Development Program (SDP) Ardian Indra Putra dan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga Kabupaten Luwu Timur, Andi Tabacina.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin