Kebut 99 Persen Elektrifikasi Hingga 2019

Kebut 99 Persen Elektrifikasi Hingga 2019
Jakarta, TAMBANG – Hingga 2019, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengemban dua tugas utama soal ketenagalistrikan. Yaitu rasio elektrifikasi lebih dari 99 persen dan keterjangkauan tarif listrik.   “Arahan Bapak Presiden ada dua. Satu itu pemeratan kelistrikan di seluruh Indonesia. Kita mencoba sebisa mungkin rasio elektrifikasi itu kalau bisa 99,9 persen di akhir 2019. Akhir tahun lalu 95 persen. Tahun ini mudah-mudahan 97,5 sampai 98 persen,” kata Jonan pada acara Diseminasi Rencana Usaha Penyediaan Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL) Perusahaan Listrik Negara 2018-2027 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (22/3).   Kedua, pekerjaan lain yang harus segera diselesaikan Jonan adalah tarif listrik yang terjangkau oleh masyarakat.   “Masyarakat itu harus mampu beli listrik. Kalau ada layanan kelistrikan, terus masyarakat tidak mampu beli listrik akhirnya percuma,” tambah Jonan.   Jonan menekankan prinsip utama pengelolaan energi berpegang pada market driven yaitu menjual listrik berdasarkan kemampuan daya beli konsumen, bukan pada kemampuan biaya produksi.   “PLN dan mitranya harus mulai berpikir customer oriented. Fokusnya harus market driven, tidak lagi production driven,” tegas Jonan.   Sebagaimana diketahui, Pemerintah sudah memutuskan tarif listrik tidak akan mengalami perubahan selama dua tahun mendatang. Hal ini dilakukan agar menjaga kestabilan daya beli masyarakat.   Untuk mengimplementasikan tugas tersebut, Jonan menggunakan asas berkeadilan supaya terjadi pemerataan dalam pembangunan dan akses energi.   “(Pengelolaan) Energi sesuai arahan Presiden harus menggunakan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Jonan  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda