Kebakaran Di Sumur Milik Medco E&P Malaka Karena Pencurian Minyak

Jakarta-TAMBANG.Pencurian minyak masih saja terjadi dan menimpa perusahaan-perusahaan minyak dan gas yang beroperasi Indonesia. Kali ini Medco E&P Malaka sebagai operator PSC Block A di Aceh Timur yang mengalaminya. Terkini terjadi pada 8 Maret 2015 lalu di Sumur JR-57, sumur yang telah ditutup sejak tahun 2000. Pemanfaatan secara liar di sumur tersebut telah menyebabkan kebakaran. Insiden ini berhasil diatasi dengan cepat Perusahaan dengan melakukan isolasi, pemadaman dan perbaikan fasilitas.

Pemadaman sumur JR-57 ini melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur, Dinas Pemadam Kebakaran dan aparat desa setempat, serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang juga beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun pencemaran lingkungan.

Saat ini, kondisi sumur JR-57 sudah kembali aman dan tertutup setelah katup utama dan katup pengaman yang rusak berhasil diganti. Pagar beton juga akan dibuat untuk lebih memastikan keamanan sumur tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat yang telah memberikan dukungan dan bantuan untuk menanggulangi kebakaran ini. Pemanfaatan liar sumur termasuk juga pencurian minyak ilegal merupakan kegiatan yang sangat berbahaya dan berisiko tingg,” ujar Herman Husein, General Manager PT Medco E&P Malaka.

Selain membahayakan pelaku, tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar karena dampak lingkungannya. Kami menghimbau kegiatan ilegal ini dapat dihentikan agar keselamatan dan keamanan masyarakat, pekerja serta lingkungan dapat terjaga.

Pihak Medco E&P juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk memberikan informasi dan himbauan mengenai bahaya dan risiko mengelola sumur minyak dan gas secara ilegal.

PSC Block A, dengan operator PT Medco E&P Malaka, sedang dalam tahap pengembangan cadangan gas yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara terutama pabrik pupuk dan industri lokal. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina (Persero) telah dilakukan di bulan Januari 2015.

Target pasokan gas akan dimulai pada 2017 selama periode 13 tahun, dengan volume gas sebesar 198 TBTU dan pasokan gas harian sebesar 63 BBTU per hari. “Kami berharap dukungan dari semua pihak agar Proyek Block A dapat segera berjalan dan iklim investasi dapat terjaga sehingga memberikan kontribusi penting pada Pemerintah Aceh umumnya dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur khususnya,” ujar Teguh Imanto, Senior Manager of Relations.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin