Jonan Resmikan 12 Sumur Bor dan 21 Pembangkit EBT di NTT

Jonan Resmikan 12 Sumur Bor dan 21 Pembangkit EBT di NTT
Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat meresmikan 12 Sumur Bor dan 21 Pembangkit EBT di NTT, Sabtu (24/3) (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, TAMBANG – Menteri ESDM Ignasius Jonan resmikan sumur bor air tanah dan pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT), serta membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), di Desa Welai Timur, Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/3).

Jonan yang didamping Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Pjs. Bupati Alor Benyamin Lola ini, mengatakan, Sumur bor di Desa Welai merupakan satu dari 12 sumur di 8 kabupaten di NTT yang diresmikan. Sumur bor air tanah ini dibangun dengan pembiayaan APBN Kementerian ESDM tahun 2017. Dengan kedalaman 125 meter dan debit air sekitar 2 liter per detik, sumur bor dimaksud dapat melayani hingga 2.800 jiwa per sumur.

“Sumur bor sejumlah 12 tersebut dibangun dengan pembiayaan APBN tahun 2016-2017. Dalam 12 tahun terakhir, Kementerian ESDM telah membangun 1.782 sumur bor air tanah yang dapat melayani sekitar 5 juta jiwa, termasuk 90 sumur diantaranya tersebar di wilayah NTT yang dapat melayani sekitar 75 ribu jiwa,” kata Jonan, dalam keterangan resminya, Sabtu (24/3).

Sedangkan pembangkit listrik EBT yang turut diresmikan sebanyak 21 unit, tersebar di lima kabupaten di NTT dan melistriki sekitar 2.737 keluarga yang sebelumnya tidak menikmati listrik. Dengan total kapasitas sebesar 1.516 kWp (kilowatt peak), pembangkit listrik EBT tersebut dibangun dengan pembiayaan APBN tahun 2016-2017. “Anggaran dari rakyat kembali lagi ke rakyat,” tukas Jonan.

Sebanyak 21 pembangkit listrik EBT tersebut terdiri dari dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandara (700 kWp), 16 PLTS terpusat (680 kWp) dan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PTMH) dengan kapasitas 136 kW.

Pada kesempatan tersebut, Jonan juga memberikan secara simbolik lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) untuk delapan desa pada tiga kabupaten di NTT. Sejumlah total 1.747 LTSHE akan diberikan untuk tiga kabupaten, yaitu Alor, Sumba Tengah dan Sumba Timur dengan pembiayaan APBN 2018.

Jonan juga memberikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di NTT. Bahwa sumur bor dan pembangkit listrik EBT yang telah dibangun tersebut, sebagian besar proses serah terimanya sudah selesai. Selanjutnya, proses pengelolaan, pemeliharaan dan pengembangan dapat dilakukan masyarakat setempat dibawah pembinaan daerah.

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin