Jonan Minta CSR Jangan Bagi-Bagi Buku Lagi

Jonan Minta CSR Jangan Bagi-Bagi Buku Lagi
Menteri ESDM Ignasius Jonan, saat melakukan penandatanganan amandemen Kontrak Karya (KK) enam perusahaan, di Kementerian ESDM. Rabu (14/3)
Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Igansius Jonan mengkritik cara lama Corporate Social Responsibility (CSR) yang sering menggagas program bagi-bagi buku. Menurutnya, cara menjangkau masyarakat seperti itu sudah kuno.   “Kegiatan nyumbang buku tulis itu sudah old fashion, sudah ketinggalan,” kata Jonan saat menyampaikan pidatonya setelah menandatangani amandemen Kontrak Karya (KK) di kantornya, Rabu (14/3).   Jonan berharap agar perusahaan, khususnya perusahaan Minerba bisa melakukan hal yang lebih besar dan relevan sesuai kebutuhan zaman. Artinya, konsep CSR yang selama ini berjalan perlu ada perbaikan.   “Konsep CSR yang biasa dilakukan adalah konsep yang perlu diperbaiki,” ucapnya.   Misalnya, sambung Jonan, perusahaan semestinya mengajak masyarakat sekitar untuk bekerja bersama. Sejauh ini, ketegangan sosial selalu terjadi akibat pihak perusahaan tidak melibatkan masyarakat lokal.   “Anda melakukan usaha dan masyarakat sekitar tidak merasakan hasilnya. Akhirnya banyak gejolak sosial,” tegas Jonan di hadapan pengusaha Minerba.   Lebih jauh lagi, Jonan mengingatkan, tidak ada satu pun badan usaha di Indonesia yang memiliki sumber daya alam. Sehingga tidak ada satu pun alasan bagi perusahaan untuk memonopoli sumber daya.   “Tak seorang pun dan tak akan pernah, bisa memiliki sumber pertambangan. Sumber daya alam dikuasai oleh negara,” paparnya.

Artikel Terkait

IMA Tekankan Pentingnya Transparansi dan Efisiensi Dalam Pengelolaan Ekspor Batubara dan Mineral

IMA Tekankan Pentingnya Transparansi dan Efisiensi Dalam Pengelolaan Ekspor Batubara dan Mineral

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah telah menetapkan kebijakan ekspor satu pintu. Mekanisme ini akan dilsakanan secara bertahap. Terkait dengan itu, Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menegaskan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan ekspor batubara dan mineral. Hal ini terutama dalam menghadapi dugaan praktik transfer pricing yang berujung pada under invoicing pada ekspor

By Egenius Soda