JCB Pamerkan 3 Mesin Unggulan di Mining Indonesia 2019

JCB Pamerkan 3 Mesin Unggulan di Mining Indonesia 2019
Jakarta, TAMBANG – Sektor pertambangan menjadi kontributor utama perekonomian nasional selama beberapa dekade terakhir. Namun demikian, sejumlah perusahaan yang beroperasi dalam sektor ini sedang menghadapi tantangan, soal tekanan harga komoditas global, ketidakpastian peraturan, dan biaya eksplorasi.   Di saat bersamaan, secara geografis Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral yang mumpuni, yang menunggu untuk digarap. Untuk memanfaatkan peluang ini, berbagai bisnis yang beroperasi di sektor pertambangan membutuhkan mesin yang andal dan efisien.   JCB sebagai produsen terbesar ketiga dunia untuk alat berat ini memiliki mesin yang diklaim menjawab hal tersebut. Melalui pameran Mining Indonesia 2019 di Jiexpo Kemayoran, JCB memperkenalkan mesin unggulan tracked excavator dan telescopic handler. Mesin ini dinilai dapat membantu memenuhi target bisnis.   JCB memamerkan tiga produk, yaitu JCB JS305- tracked excavator model 30 ton, JCB 541-70, dan JCB 3CX ECO. Ketiga produk yang ditampilkan dalam pameran ini menggunakan teknologi telematik LiveLink. Teknologi tersebut merupakan sistem perangkat lunak inovatif yang memungkinkan perusahaan mengelola mesin JCB dari jarak jauh, baik secara online, melalui peringatan via email, dan ponsel.   Direktur Penjulan Regional JCB di Asia Tengara, Max Lyte mengungkapkan, JCB yakin dapat membuat segalanya menjadi lebih mudah. Ketika pelanggan menghadapi banyak tantangan, memilih pemasok peralatan seharusnya tidak menjadi sesuatu yang sulit.   “Tujuan kami adalah menjadi pihak yang mudah dijangkau dan menyediakan produk yag mudah digunkaan dari segi operasi serta memberikan dukungan bagi pelanggan,” ujar Max di Jiexpo Kemayoran, Rabu (18/9).   Lebih lanjut Max menjelaskan, sektor pertambangan dan industri di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang lebih pesat dari sebelumnya. Seiring dengan semakin krusialnya peranan kedua sektor tersebut dalam perekonomian Indonesia, para pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dari kedua sektor tersebut memerlukan peralatan yang efisien dan dapat diandalkan. Hal ini untuk dapat mewujudkan peluang dalam skala yang lebih besar.   “Di JCB, kami memiliki mesin, teknologi dan pemangku kepentingan dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut,” lanjut Max.   JCB JS305   JCB JS305- tracked excavator model 30 ton memiliki ketahanan terhadap kondisi kerja yang sulit di lingkungan yang paling tangguh. JS305 dapat berkembang di berbagai segmen, termasuk saat diaplikasikan di bidang pertambangan.   JCB 54170   JCB 54170 merupakan loadall dari JCB yang paling laris di Asia Tenggara. Telescopic handler telah diuji coba dan dibuktikan dalam sekian banyak pemakaian di seluruh Asia Tengara, dari pertambangan dan infrastruktur hingga perkebunan dan pabrik penggilingan bahan pangan. Loadall mewujudkan evolusi konstan dari perusahaan mengenai konsep telehandler yang dirintis oleh mereka sejak tahun 1977.   JCB 3CX ECO   JCB 3CX ECO menghadirkan desain efisien JCB. Desain tersebut merupakan respon perusahaan terhadap naiknya harga bahan bakar dan kepedulian terhadap lingkungan. Alat ini memliki tingkat efisiensi yang terbaik di kelasnya  dan biaya operasional yang rendah. Di Asia Tengara, 3CX telah digunakan pada berbagai macam jenis pengaplikasian, terutama dalam pekerjaan di sektor perkebunan, konstruksi, dan infrastruktur. Semua komponen utamanya didesiain dan diproduksi oleh JCB demi kinerja yang maksimal.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda