Jaga Bumi, PGN Berhasil Turunkan Emisi Sebesar 237 Ton CO²eq di Semester I 2023

Jaga Bumi, PGN Berhasil Turunkan Emisi Sebesar 237 Ton CO²eq di Semester I 2023

Jakarta, TAMBANG – Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk memainkan peran penting dalam pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. Tidak hanya untuk kegiatan bisnis, tetapi juga ikut menjawab isu lingkungan untuk kualitas udara yang lebih baik.

Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN menyampaikan bahwa sampai triwulan 1 tahun 2023, PGN telah menyalurkan 976 BBTUD gas bumi. Ada peningkatan volume penyaluran gas dibandingkan periode yang sama tahun 2022, artinya ada impact yang meningkat pula terhadap lingkungan. Lantaran gas bumi merupakan bahan bakar yang rendah emisi sehingga lebih ramah lingkungan.

“Kami sebagai Subholding Gas Pertamina berprinsip untuk turut berperan dalam mewujudkan bauran energi nasional ramah lingkungan pada masa transisi energi. Semester 1 2023, PGN Grup berhasil mencatatkan pengurangan emisi sebesar 237 Ton CO²eq. Dalam jangka panjang, PGN berkomitmen mewujudkan penggunaan energi low carbon, sehingga terus berkontribusi dalam menghadapi perubahan iklim yang menjadi isu global saat ini,” ujar Rachmat, (18/08).

Di lingkungan perusahaan, PGN juga menerapkan penggunaan energi yang ramah lingkungan dan konsumsi energi yang efisian. Inisiatif efisiensi konsumsi energi di PGN Group berdampak langsung pada berkurangnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan.

“Berbagai inisiatif terkait lingkungan dilakukan terutama untuk mengurangi konsumsi energi, tingkat emisi dan limbah. Upaya efisiensi energi diantaranya melalui pengaturan pola operasi Gas Turbine Compressor, pemasangan soft starter pada after cooler, hingga penggunaan AC dan lampu yang hemat energi,” tambah Rachmat.

Inisiatif efisiensi konsumsi energi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan. Sepanjang tahun 2022, PGN berhasil mencatatkan pengurangan emisi (Ton CO2eq) sebesar 132.092,17 atau meningkat 32% dibandingkan tahun 2021.

Pemanfaatan gas bumi untuk berbagai kebutuhan merupakan upaya nyata PGN dalam menjaga kualitas lingkungan karena karakter gas bumi sebagai energi fosil yang paling ramah lingkungan.

“Untuk industri, PGN menyalurkan dalam jumlah besar. Selain untuk efisiensi produksi, pembakarannya lebih sempurna sehingga tidak menumbulkan asap pekat yang tidak baik untuk udara sekitar. Ini juga menarik bagi para investor yang concern terhadap sumber energi hijau,” ujar Rachmat.

PGN juga berkomitmen terus mengembangkan jaringan gas untuk rumah tangga. Satu juta jaringan gas untuk sektor rumah tangga berpotensi dapat menekan emisi karbon hingga 60.000 CO² per tahun. Program ini juga dapat membantu pemerintah menurunkan impor energi dan menekan biaya subsidi energi.

“Menjawab isu kualitas udara di beberapa daerah akhir-akhir ini, gas bumi juga bisa menjadi alternatif bahan bakar kendaraan. Gas bumi memiliki nilai oktan tinggi dan rendah emisi, menjadikan emisi BBG sebagai bahan bakar yang rendah emisi hingga 20%. Hal ini membuat kualitas udara menjadi lebih baik,” jelas Rachmat.

Komitmen selanjutnya adalah dalam peningkatan inisiatif pemanfaatan gas yang bersifat renewable (terbarukan). PGN telah melakukan kajian untuk mendapatkan potensi sumber gas bumi dari limbah kelapa sawit yang berada di sekitar jaringan gas yaitu biomethane.

Gas bumi memiliki nilai oktan tinggi dan rendah emisi, menjadikan emisi BBG sebagai bahan bakar yang rendah emisi hingga 20%. Hal ini membuat kualitas udara menjadi lebih baik,” jelas Rachmat.

Komitmen selanjutnya adalah dalam peningkatan inisiatif pemanfaatan gas yang bersifat renewable (terbarukan). PGN telah melakukan kajian untuk mendapatkan potensi sumber gas bumi dari limbah kelapa sawit yang berada di sekitar jaringan gas yaitu biomethane.

Berdasarkan kajian yang dilakukan, besar potensi pasokan gas metana (CH4) dari sumber limbah kelapa sawit ini adalah sebesar 195 MMscfd yang berlokasi tersebar di beberapa lokasi seperti Riau, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Melalui peran menyalurkan gas bumi dan energi ramah lingkungan, PGN berkomitmen mewujudkan bauran energi nasional dalam masa transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) di 2060.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin